Terkait hal itu, Wakil Bupati Yohanes Agung berharap pagelaran ritual tahunan yang masuk dalam event nasional ini berjalan dengan aman dan kondusif, karena bersamaan dengan pelaksanaan kampanye di Pilkada.
"Hudoq Pekayang ini kan masuk pas di saat-saat kampanye Pilkada gitu yah, iya harapannya supaya dalam pelaksanaannya nanti tetap meriah, tetap aman, tetap tertib dan betul-betul menjadikan hiburan yang berbudaya," terangnya.
Ia juga berharap, tradisi tahunan yang dilakukan sejak 2015 silam bisa berlanjut terus menerus di tahun-tahun berikutnya. Dengan diikuti seluruh masyarakat dari masing-masing kampung yang berada di wilayah kecamatan Laham, Long Hubung, bahkan Long Bagun.
"Nah kita juga berharap kegiatan Hudoq Pekayang ini bisa berlanjut terus dan diikuti oleh kampung-kampung lain yang ada di ilir yang punya Hudoq juga. Tidak harus namanya Hudoq Pekayang, mungkin ada nama lain. Supaya artinya kegiatan budaya yang seperti ini tetap lestarikan, kita tingkatkan," jelasnya.
Hudoq Pekayang adalah sebuah ritual yang rutin digelar di Kabupaten Mahulu. Hudoq Pekayang menjadi salah satu festival budaya yang menarik untuk ditunggu. Direncanakan akan digelar pada 20-22 Oktober 2024 mendatang di Kampung Long Isun.
Berbeda dengan Lom Plai, Hudoq Pekayang merupakan ritual yang digelar saat akan menanam padi atau menugal yang biasanya dilakukan masyarakat Dayak pada September hingga Oktober setiap tahunnya.
Rangkaian event akan dimulai dengan Sak Baaq Hudoq, yakni memberi makan topeng Hudoq dan sang penari Hudoq. Kemudian dilanjutkan dengan Tengaran Hudoq, Ngenyah Hudoq (menari Hudoq), dan Ngarang Hudoq (menari panjang).
Editor: Supiansyah