"Supaya apa, supaya mudah diakses. Karena kita tahu kan akses di Mahakam Ulu ini kan luar biasa jauh dan susah, kemudian transportasi juga harus ke mana," kata politikus yang biasa disapa Hiyang itu.
Terkait hal ini ia menyebutkan untuk tempat-tempat wisata yang secepatnya bisa diinventarisasi di wilayah ibu kota oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Mahulu adalah pengembangan potensi wisata Taman Budaya yang ada di depan Batu Dinding, Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun.
Kemudian tak hanya itu, Hiyang juga mengatakan bahwa salah satu desa wisata di wilayah ibu kota kabupaten yang secepatnya untuk ditetapkan menjadi desa wisata adalah Kampung Batu Majang Kecamatan Long Bagun.
"Makanya pembinaan selama ini lebih banyak ke situ. Kemudian memang untuk pokdarwis (kelompok sadar wisata) nya lebih banyak yang ikut-ikut lomba di provinsi itu memang Pokdarwis Batu Majang yang sering aktif," jelasnya.
Sementara, untuk di wilayah ibu kota kecamatan sendiri, diakuinya, adalah Kecamatan Long Pahangai. Utamanya soal wisata budaya yang tersimpan di Kampung Long Tuyoq.
"Iya Long Tuyoq itu memang punya kearifan lokal, mereka (masyarakat Long Tuyoq) memang masih berpegang teguh dengan adat istiadat. Kemudian di Long Apari ada juga," sebutnya.
Sehingga berharap pemda secepatnya bisa menginventarisasi tempat-tempat wisata dari lima kecamatan yang ada di Mahulu, termasuk Kecamatan Laham yang menawarkan wisata religi.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dari sejumlah podarwis ada di Mahulu yang sedang berjalan untuk mengembangkan objek wisata adalah Pokdarwis Kampung Long Tuyoq, yakni objek wisata alam. Karena selain memiliki objek wisata budaya, Hiyang menyebutkan, Kampung Long Tuyoq juga memiliki objek wisata alam yang perlu untuk dikembangkan.
Editor: Supiansyah