Asisten I Agustinus Teguh Santoso yang juga Ketua Panitia HUT ke-79 RI menyampaikan, Pemkab Mahulu akan mengadakan upacara taptu dengan pawai obor yang tujuannya mengenang jasa para pahlawan dan harus diteladani generasi muda di Mahulu.
“Perang gerilya ini kan yang mereka itu jalan malam hari, di hutan-hutan. Nah ini perjuangannya yang biasanya dikenang melalui kegiatan pawai obor itu. Makanya kami ajak OPD, anak-anak sekolah supaya kembali rasa nasionalismenya yang gigih tidak pantang menyerah,” kata Agustinus.
Tradisi ini memang sudah kerap dilakukan Pemkab Mahulu saat menjelang HUT Kemerdekaan, namun sempat terputus pada tahun 2021 karena pandemi Covid-19 dan sekarang digelar lagi.
Selain itu sebagai kabupaten penyanggah Ibu Kota Nusantara (IKN), pada HUT kali ini ada sedikit perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya yang mana pemkab akan bergabung dengan kegiatan pemerintah pusat pada saat memperingati detik-detik proklamasi.
“Jadi sebetulnya yang dulu diadakan di Jakarta, sekarang diadakan di IKN. Kami dari Pemkab Mahulu perlu menyesuaikan waktu di sana (IKN) dengan di sini (Mahulu), jadi nanti gabungnya lewat zoom,” sebutnya.
Peserta upacara di Pemkab Mahulu juga diwajibkan untuk mengenakan dresscode yang bernuansa budaya dengan menggunakan baju adat sesuai dengan suku masing-masing, baik Dayak, Toraja, Jawa dan suku lainnya.
“Kan banyak pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan dari berbagai suku, jadi dalam kesempatan ini kita tampilkan kekayaan budaya kita, apa itu Bhineka Tunggal Ika, itu yang menjadi wujud perjuangan seluruh komponen masyarakat berbudaya yang ada di Indonesia, satu untuk memperjuangkan kemerdekaan,” jelas Teguh lagi.
Pemkab Mahulu juga akan mengadakan malam syukuran untuk sekaligus refleksi 79 tahun Indonesia merdeka dan menyiapkan gagasan-gagasan Pemkab Mahulu untuk IKN.
Editor: Aspian Nur