Menurutnya, selain dalam pilkada kali ini adalah pertarungan antar keluarga dan nama baik, militansi Pilkada di Mahulu pun diprediksi lebih tinggi daripada pemilihan presiden. Meski Polres Mahulu akan menentukan titik-titik dimana yang rawan saat Pilkada berlangsung, masyarakat tetap diminta menjaga kondusifitas jelang pesta demokrasi nanti. "Mari sama-sama menjaga situasi Kabtimas yang kondusif ini. Boleh menyampaikan pendapat silakan, tapi jangan berlebihan" kata Anthony kepada Korankaltim.com Kamis (18/7/2024) hari ini.
Masyarakat juga harus paham dalam memilih, saat memilih pasangan calon (paslon) tidak baik jika memberi effort yang berlebihan dalam mendukung paslon karena hal itu nantinya bisa saja berimbas ke diri masing-masing. Anthony meyakini masyarakat Mahulu bisa menjaga keamanan jelang Pilkada.
"Kalau lebih dari itu mungkin oknum," singkatnya.
Terpisah, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mahulu sudah memetakan potensi kerawanan pada Pilkada 2024 mendatang dan perlu pengawasan yang lebih maksimal terutama di tempat yang sulit dijangkau dan tidak bisa dipantau orang banyak sehingga dengan bebas orang yang memiliki kepentingan bisa keluar dan masuk wilayah tersebut.
Tempat rawan adalah daerah yang memiliki jaringan dan sulit untuk dijangkau masyarakat diantaranya Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai. Bawaslu Mahulu sudah memiliki catatan karena dari Mamahak Teboq hingga Long Apari, Bawaslu sudah mengetahui oknum nakal tersebut. "Untuk di sini karena masih relatif penduduk setempat juga, punya kekerabatan juga. Jadi orang-orang luar yang bermain di situ itu nggak ada," kata Komisioner Bawaslu Mahulu Leonder Awang Ajaat.
Hal itu yang membuat Mahulu pada beberapa periode pemilu dan Pilkada berjalan lebih aman dari daerah lain karena tidak ada kelompok yang terlalu militan di Mahulu.
Editor: Aspian Nur