Wacana ini sudah mulai dijalankan Dishub Mahulu dengan menyiapkan rambu serta marka jalan yang intinya ditujukan untuk keselamatan dan keamanan warga dalam berlalu lintas.
Kepala Dishub Mahulu Fransiskus Xaverius Lawing kepada Korankaltim.com Rabu (17/7/2024) hari ini menjelaskan hal tersebut. Selama ini menurutnya untuk akses Sungai Dishub Mahulu sudah melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap keselamatan warga di Sungai Mahakam meski pengawasan itu lebih sulit dari pada di darat. Karena itu Dishub Mahulu melibatkan Polres Mahulu dari segi pengamanan.
"Jadi nanti kami bakal menaruh petugas-petugas khususnya di daerah hulu pada titik-titik rawan terjadinya kecelakaan, termasuk di daerah riam," kata Fransiskus.
Dishub dan Polres Mahulu bakal membangun posko pengawasan serta pengendalian yang secara rutin memantau pergerakan kendaraan baik yang menggunakan speed, long boat dan armada lainnya.
Dalam perencanaan Dishub Mahulu, penyiapan untuk rambu yang akan dipasang di titik rawan Sungai Mahakam juga sedang dalam proses. "Bahkan kami juga di tahun ini, ini bocoran sana, kami akan menyiapkan semacam satu aplikasi sederhana yang nantinya pendataan pengguna speed dan kapal akan didata Dishub Mahulu secara digital," sebutnya.
Mengenai kapan penggunaan aplikasi ini Dishub Mahulu akan upayakan pada tahun 2025 mendatang. "Karena kami sekarang sudah ada progresnya, kalau tidak ada kendala tahun depan sudah siap tapi di daerah hulu dulu," paparnya.
Karena untuk akses transportasi Sungai Mahakam sendiri disebutnya ada dua titik yaitu Samarinda-Ujoh Bilang-Tering, Tering-Ujoh Bilang-Long Apari. "Tapi kami focus dari Ujoh Bilang - Long Apari karena potensi kerawanannya cukup tinggi disana," tutup Fransiskus.
Editor: Aspian Nur