Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Polres Mahulu akan keselamatan masyarakat di jalan, apalagi sejauh ini banyak masyarakat Mahulu yang belum taat terkait aturan lalu lintas.
Sehingga Satlantas Polres Mahulu selaku penanggung jawab kegiatan akan memberikan imbauan dan sosialisasi kepada pengguna jalan terkait kepatuhan warga dalam berlalu lintas.
Rezsa menjelaskan selama 14 hari Polres Mahulu akan melaksanakan kegiatan ini. “Mahulu selain menjadi kabupaten terkecil di Kaltim juga kabupaten pemekaran dari Kutai Barat (Kubar) sehingga masih perlu banyak pengembangan,” kata Rezsa kepada Korankaltim.com disela apel pagi tadi.
Polres Mahulu juga mendiskusikan hal tersebut dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang menangani secara teknis yaitu Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mahulu.
"Utamanya itu soal agenda yang berkaitan dengan kegiatan moda transportasi darat dan sungai bahkan akses-akses yang mungkin nantinya dikembangkan di Kabupaten Mahakam Ulu " jelasnya.
Operasi Patuh Mahakam 2024 juga memberi kesadaran kepada masyarakat terkait pola aturan lalu lintas kepada pengguna roda dua dan empat, serta pengusaha angkutan barang dan penumpang sekaligus sosialisasi kepada masyarakat yang aktif beroperasi di Sungai Mahakam utamanya kepada nelayan, pengguna kapal angkutan barang dan penumpang, speed boat, kapal feri juga ketinting yang biasa digunakan masyarakat.
Masyarakat Mahulu memang sudah terbiasa menggunakan moda transportasi sungai tersebut karen aitulah hal ini menjadi perhatian penting bagi Polres Mahulu terkait keselamatan dalam penggunaan ketinting bahkan alat moda transportasi sungai lainnya juga harus memiliki kewaspadaan. Apalagi perubahan debit sungai di Mahulu cenderung labil.
"Jadi kalau dibandingkan dengan kondisi iklim Mahulu yang dulu, mungkin debit sungai itu bisa diprediksi. Tapi saat sekarang ini justru sulit. Karena ada perubahan iklim yang mengglobal," papar Rezsa.
Sementara untuk pengamanan keselamatan warga di jalur darat, Polres Mahulu dengan Dishub Mahulu juga berencana akan melakukan pengembangan wilayah sungai menuju darat.
Editor: Aspian Nur