Memutakhirkan data pemilih di Mahulu pada tahapan pemilihan kepada daerah (Pilkada) bertujuan untuk mendapatkan data yang valid, apalagi tahapan ini juga bagian dari tahapan pilkada lainnya dalam mendukung pemilihan umum yang secara serentak akan dilakukan pada November 2024 mendatang.
Dikonfirmasi Korankaltim.com Selasa (9/7/2024) hari ini Ketua KPU Mahakam Ulu Paulus Winarno Hendra Mukti mengatakan, mereka juga sudah memberikan pelatihan tekhnis kepada badan adhoc secara berjenjang dan koordinasi tetap berjalan agar pelaksanaan coklit bisa selesai dilakukan.
"Bimtek telah diberikan kepada PPK dan PPS (Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara) hingga Pantarlih. Semoga pekerjaan Pantarlih berjalan lancar, " harap Paulus.
Untuk coklit saat ini sudah tercatat ada sebanyak 28.040 orang yang terbagi di 50 kampung dan 77 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Dengan memaksimalkan jumlah pemilih sebanyak 600 orang per TPS, kegiatan coklit yang tengah dilaksanakan ini, nantinya akan menghasilkan Daftar Pemilih Sementara (DPS).
"Berikutnya KPU akan menerima tanggapan masyarakat untuk menjadi DPSHP (Hasil Perbaikan) yang kemudian akan disahkan menjadi DPT (Daftar Pemilih Tetap)," jelasnya.
Sesuai dengan komitmen awal KPU Mahulu tentunya dalam berlangsung nya coklit di Mahulu oleh petugas Pantarlih bisa benar-benar dilakukan secara pintu ke pintu karena hal ini merupakan bagian untuk memenuhi syarat bagi seorang pemilih agar nantinya bisa ditetapkan sebagai pemilih yang sudah terdaftar di KPU Mahulu.
KPU Mahulu masih terus melakukan koordinasi dengan Dukcapil Mahulu untuk mencocokan data pemilih dengan KPU.
Editor: Aspian Nur