Namun dari lima kecamatan ini, wilayah paling parah menurut pantauan Korankaltim.com pada masa pemulihan pasca banjir kali ini adalah Long Bagun wilayah perkotaan Mahulu. Secara khusus pada kondisi lingkungan bekas genangan air banjir dan sampah yang berserakan dengan tidak beraturan membuat Pemda setempat semakin gencar melakukan pembersihan sekitar ibu kota.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahulu Agus Darmawan saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Rabu (29/5/2024) hari ini. "Ya sekarang masuk pada masa transisi darurat ke pemulihan, kegiatan yg telah dilaksanakan melakukan pembersihan sisa-sisa material lumpur," katanya.
Selain itu, Agus mengatakan bahwa akhir-akhir ini Pemda setempat tengah melakukan pembersihan lingkungan ibu kota dengan tim Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitu Pasna).
Kemudian, dalam hal ini juga Agus mengaku bahwa tim Jitu Pasna juga melakukan pendataan dan perhitungan pasca bencana kerugian akibat bencana banjir yang menimpa ribuan warga Mahulu. "Kendala kita kekurangan unit DT (Dum Truk) yang mengangkut sampah yg ada di pinggir jalan ke TPS (Tempat Pembuangan Sampah)," jelasnya.
Meski demikian, selama ini timnya turut melibatkan masyarakat dengan menghimbau masyarakat melalui kepala lembaga setiap kampung untuk bergotong royong membersihan lingkungan. "Jadi masing-masing menumpuk sampah disuatu tenpat dan nanti pihak DLH (Dinas Lingkungan Hidup) akan menjemput dan mengantar ke TPS," paparnya.
Saat dikonfirmasi terkait wilayah yang paling parah dan mendapat perhatian serius adalah Kecamatan Long Bagun. Karena dia mengaku bahwa tumpukan sampah di wilayah ini paling banyak.
Editor: Maruly Z