Belakangan ini, pembangunan jembatan penghubung Long Bagun-Ujoh Bilang itu kerap dikeluhkan warga lantaran pekerjaannya tak kunjung selesai. Sebelumnya, sempat ada sejumlah warga yang melakukan aktivitas bersih-bersih dan penataan di kawasan tersebut karena curah hujan di Mahulu pada awal tahun ini sempat tinggi dan mengakibatkan jalan menjadi licin.
Atas kejadian tersebut, banyak warga yang mengkritik kinerja Pemda setempat karena kegiatan tersebut diunggah di media sosial dan memancing reaksi warga. Terkait hal itu, korankaltim.com mengkonfirmasi kepada Kepala PUPR Mahulu Didik Subagya, Kamis (14/3/2024) hari ini.
Didik menyebut, berhentinya aktivitas proyek di jembatan ini dikarenakan pemborong tidak bisa mencapai target pengerjaan yang sudah disepakati dengan PUPR Mahulu sebelumnya. Padahal, pihaknya sudah berulang kali memberi kesempatan dan sempat memberikan Surat Peringatan (SP 1 dan SP 2) kepada penanggung jawab proyek.
“Tapi tidak juga diselesaikan. Artinya sesuai dengan koridor (peraturan) yang ada kita putus kontrak. Nah saat ini kita lelang ulang,” kata Didik.
Sisa pengerjaan jembatan tersebut disebut Didik tidak begitu banyak, dia juga mengaku akan mengecek kembali ke kawasan tersebut. “Nanti saya cek lagi, kayaknya sedikit saja,” imbuhnya.
Ia menyebut bahwa jangka waktu untuk sisa pengerjaan jembatan ini dipastikan selesai selama 60 hari setelah pelelangan selesai. Terkait anggaran dari pembangunan fisik jembatan ini disebut Didik sudah mencapai 64 persen.
“Tapi yang kita bayar cuma 60 persen,” katanya lagi kepada korankaltim.com.
Sehingga, 40 persen dari sisa pengerjaan jembatan itulah yang sedang dilelang pihaknya saat ini. Dia menambahkan, pembangunan ini sebetulnya satu tahun anggaran saja, namun karena rekanan tak menyelesaikan sesuai kontrak akhirnya diputuskan atau final quantity.
Didik mengaku tak sepenuhnya mengetahui atas alasan tender yang tak kunjung menyelesaikan proyek tersebut. Karena pihaknya sudah memberi kesempatan namun akhirnya malah tak mendapatkan jawaban atas kendala yang dialami tender.
“Kasih SP 1, gak juga selesai. SP 2 lagi gak selesai-selesai. Alasannya ini itu, kan alasan kontraktor itu banyak, jadi sesuai ketentuan kita putus,” imbuhnya.
Didik menargetkan pengerjaan jembatan ini akan selesai di tahun ini karena sisa pengerjaan jembatan tersebut tersisa 40 persen dan nilai yang diperkirakan sebesar Rp200 juta.
Editor: Maruly Z