Rekrutmen calon Paskibra ini dilaksanakan sejak Selasa (5/3/2024) lalu melibatkan Polri dan Koramil 03 Long Bagun.
Sampai saat ini, sudah ada 98 siswa yang mendaftar dan mengisi 55 formasi yang rencananya 2 pasang putra putri asli Mahulu akan dikirim ke nasional dan Pemprov Kaltim untuk ikut seleksi.
Seleksi calon Paskibra ini sudah dilakukan di beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) seperti SMA Long Bagun, Long Pahangai dan di Long Apari.
Hal ini disampaikan Sub Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Ferry Prayoga saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Rabu (13/3/2024) hari ini.
Ferry menyampaikan, sementara ini pihaknya sedang melakukan seleksi di SMK Pelita Mahakam Datah Bilang, Kecamatan Long Hubung.
"Kemudian kalau hari ini kami sudah selesai di Datah Bilang, kemungkinan besok kami ke Rukun Damai," sebutnya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, Ferry menjelaskan proses seleksi Paskibraka tahun ini sudah sesuai Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tetang Program Paskibraka. Sebagaimana dalam Perpres tersebut mengatur semua calon Paskibraka di tahun 2024 yang mendaftar harus melalui aplikasi transparansi Paskibraka.
Sehingga, dengan sistem itu ia katakan sangat baik karena tidak adanya kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. Setelah proses perekrutmen calon Paskibraka selesai, ia mengaku pihaknya akan memberikan tes intelegensi umum dan tes wawasan kebangsaan.
"Jadi kita laksanakan nanti di Minggu ini dan Minggu depan. Kemungkinan paling lambat, di Minggu ke tiga bulan Maret sudah selesai," jelasnya.
Ia menyebut, jika dari dua pasang putri dan putri yang dikirim ke pusat dan provinsi tidak lolos akan tetap mendapatkan tempat di Kabupaten Mahulu.
"Jadi kalau pun misalnya dua pasangan ini lolos, maka yang masuk di formasi kabupaten ini ada 51 orang. Tapi kalau tidak lolos, kemungkinan formasi kita di kabupaten tetap 55," jelasnya.
Selanjutnya, ia menyebut jaringan telekomunikasi masih menjadi kendala pihaknya dalam mengelola aplikasi transparansi Paskibraka. Sehingga, atas kendala tersebut timnya bersama Polri dan TNI berkunjung ke lima kecamatan di Mahulu untuk membantu para pendaftar dalam mengunggah dokumen persyaratan.
"Karena banyak sekali kan dokumen yang diupload. Jadi pure 100 persen menggunakan jaringan. Jadi kendala yang paling besar masalah jaringan," tutupnya.
Editor: Maruly Z