Tiga even itu adalah pagelaran Hudoq Pekayang, pemotretan telinga panjang dan cross border.
Hudoq Pekayang adalah tradisi asli masyarakat Mahulu yang dilakukan turun temurun pada musim tanam padi.
Oktober mendatang kegiatan ini akan dilaksanakan di Desa Long Isun, Kecamatan Long Pahangai.
Menjadi kebanggan tersendiri bagi Disparpora Mahulu Hudoq Pekayang sudah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).
Event lainnya yang sudah dilirik dunia adalah pemotretan telinga panjang oleh satau satu negara di asia.
Namun hal ini nantinya akan disesuaikan dengan kondisi karena harus sesuai dengan permintaan negara yang menjadi tempat pemotretan.
Kemudian even ke tiga adalah pagelaran cross border yang akan dilaksanakan secara bersamaan dengan HUT ke-11 Mahulu, dilaksanakan di ibu kota Mahulu yaitu Ujoh Bilang, sesuai dengan permintaan Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh kepada Dispapora Mahulu.
Kepala disparpora Mahulu Yason Liah kepada Korankaltim.com saat dikonfirmasi, Rabu (6/3/2024) hari ini menjelaskan hal tersebut.
Selain menargetkan pelaksanaan tiga even tersebut di tahun ini pihaknya selalu melakukan berbagai upaya dalam mengembangkan sektor-sektor pariwisata di Mahulu.
Satu diantara tempat yang disebutkan adalah Desa Batu Majang.
Karena menilai potensi wisata dan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa tersebut sangat baik khususnya di bidang ekonomi kreatif (ekraf) dan tempat berwisata.
Penyediaan home stay dari rumah-rumah penduduk sudah ia lakukan di Desa Batu Majang.
“Karena selain untuk menginap, wisatawan bisa berinteraksi dengan masyarakat di sana,” jelas Yason.
Hal ini merupakan strategi jangka pendek yang dilakukan pihaknya untuk mengakomodir kebutuhan pariwisata di Mahulu.
“Khususnya kunjungan wisatawan baik yang datang dari lokal, maupun luar wilayah,” imbuhnya.
Mereka akan melakukan eksebisi akan kearifan lokal yang ada di Mahulu di mancanegara.
“Serta handicraft yang bisa diperoleh di Mahulu,” tutup Yason.
Editor Aspian Nur