Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Mahulu Petronela Tugan menjelaskan TCM disediakan untuk penyakit menular dan penyakit tidak menular.
Selain itu untuk mengantisipasi tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinkes Mahulu juga menyediakan tes NS1, tes yang memiliki kemampuan mendeteksi protein non struktural NS1 dari virus dengue.
“NS1 ini terdeteksi selama fase akut terinfeksinya virus dengue. Kemudian protein tersebut disekresikan ke dalam darah selama infeksi DBD. Jadi, hasil tes NS1 tersebut akhirnya dapat keluar kurang lebih 20 menit setelah pengujian sampel darah,” jelas Tugan kepada Korankaltim.com Rabu (21/2/2204) hari ini.
Dinkes Mahulu juga memiliki NS1 yang difungsikan untuk mengecek pasien yang mengalami demam selama satu hari. Hal tersebut dianggap penting karena pada hari pertama demam seoerang dokter biasa memberi diagnosa terkait penyakit DBD.
Namun untuk memastikan seseorang terkena penyakit tertentu, seorang dokter juga perlu melakukan pemeriksaan Darah Lengkap (DL) tiga hari setelah demam. Namun dengan adanya NS1 DBD sudah bisa terdeteksi.
“Kami merasa sangat dimudahkan dengan adanya alat ini untuk penanganan gejala awal DBD. Di setiap faskes sudah disediakan NS1 itu untuk mendeteksi awal," papar Tugas lagi.
Selain itu alat pemeriksaan untuk penanganan penyakit malaria juga telah disediakan pihaknya di semua faskes di Mahulu sehingga dia meyakini sarana deteksi awal untuk penyakit menular di Mahulu telah difasilitasi dengan lengkap.
“RDT (Rapid Diagnostic Test) untuk penyakit lainnya juga sudah ada, HIV (Human Immunodeficiency Virus), Tuberkulosis dan Hepatitis intinya untuk peralatan deteksi awalnya kami sudah ada," pungkas Tugan.
Editor: Aspian Nur