Selasa, 20/02/2024

Pemkab dan DPRD Mahulu Dukung Masyarakat Lestarikan Budaya Lokal

Selasa, 20/02/2024

Satu diantara makanan khas suku Dayak di Mahakam Ulu (Mahulu) yang akan didukung pelestariannya. (Foto: Julika Hengin/Korankaltim.com).

Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Pemkab dan DPRD Mahulu Dukung Masyarakat Lestarikan Budaya Lokal

Selasa, 20/02/2024

logo

Satu diantara makanan khas suku Dayak di Mahakam Ulu (Mahulu) yang akan didukung pelestariannya. (Foto: Julika Hengin/Korankaltim.com).

Penulis: Julika Hengin

KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Berbagai macam tradisi budaya hingga adat istiadat masyarakat suku Dayak terkumpul menjadi satu di Mahakam Ulu (Mahulu), membuat banyak wisatawan tertarik untuk mengunjungi wilayah yang dekat dengan perbatasan Sarawak Malayasia ini. 

Tidak jarang masyarakat luar mengatakan Mahulu menyimpan keberagaman budaya serta fauna dan kekayaan alam yang berlimpah, di mana kabupaten termuda di Kaltim ini juga menjadi salah satu wilayah yang budaya lokalnya dominan dimiliki setiap sub suku etnis Dayak yang ada di dalamnya. 

Mulai dari suku Dayak Bahaw, Kayan, Kenyah, Penihing bahkan Punan memiliki ciri khasnya masing-masing. Namun, keberagaman itu justru membuat mereka menjadi satu kesatuan yang utuh pada saat masyarakat Mahulu melaksanakan sebuah upacara adat yang menyertakan ritual. 

Seperti baru-baru ini dilakukan pada musim panen tiba, yaitu Laliq Ataq. Meski Laliq Ataq belum masuk dalam kalender tahunan seperti Hudoq Pekayang, namun Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh mengatakan bahwa dirinya akan memasukkan upacara tradisi ini ke dalam kalender tahunan. 

Korankaltim.com Selasa (20/2/2024) hari ini mengkonfirmasi hal tersebut dan Boni mengatakan hal ini adalah upaya dan bentuk dukungan dari Pemkab Mahulu kepada masyarakat di Mahulu yang masih tetap mempertahankan kebudayaannya di era modern ini. Dia menilai tradisi seperti ini baik untuk dilestarikan dan penting didukung dari Pemkab Mahulu. 


“Karena tradisi ini mengadung makna yang positif jadi harus kita lestasikan dan pelan-pelan kita kelola menjadi suatu budaya yang menarik bagi orang lain,” ujar Boni. 

Terpisah, Ketua DPRD Mahulu Novita Bulan mengaku pemeliharaan terhadap budaya lokal di Mahulu dirinya tetap mendukung dalam segi penganggaran lantaran dia menjelaskan pihaknya kerap terlibat secara langsung dengan mensukseskan acara-acara adat di kalangan masyarakat. “Kalau kami dari DPRD selalu mendukung. Baik secara kelembagaan maupun secara pribadi, biasanya kami terlibat langsung, kayak misalnya dalam masyarakat Dayak Aoheng itu kami selalu terlibat” ujar Novita.


Editor: Aspian Nur 


Pemkab dan DPRD Mahulu Dukung Masyarakat Lestarikan Budaya Lokal

Selasa, 20/02/2024

Satu diantara makanan khas suku Dayak di Mahakam Ulu (Mahulu) yang akan didukung pelestariannya. (Foto: Julika Hengin/Korankaltim.com).

Berita Terkait


Tunggu sebentar ya. Kami sedang menyiapkannya untukmu.