Terkait hal itu, anggota Komisi III DPRD Kaltim Ekti Imanuel menegaskan keinginannya untuk melanjutkan pembangunan tersebut yang sudah berjalan dalam lima tahun terakhir ini.
Ekti mengaku, pembangunan itu akan dilakukan dirinya jika dirinya kembali ditetapkan menjadi anggota DPRD periode kedua setelah Pemilu 2024.
Menurutnya, meski saat ini hasil pemerolehan suara dirinya di daerah pilihan (dapil) Kutai Barat dan Mahulu cukup tinggi namun belum 100 persen dirinya terpilih jadi wakil rakyat karena masih menunggu hasil pleno KPU Kaltim.
Kalau pada akhirnya terpilih lagi, Ekti berkomitmen melanjutkan pembangunan yang saat ini tengah dalam pengerjaan seperti tempat ibadah, jalan serta di sektor pertanian.
"Itu program yang tentu harus dilanjutkan karena memang tempat ibadah itu fasilitas umum yang harus diperhatikan," ujar Ekti kepada Korankaltim.com Senin (19/2/2024) hari ini. "Yang kedua adalah program pertanian, khususnya terkait dengan pupuk yang selalu dianggarkan," imbuhnya.
Sesuai dengan komisi yang saat ini dibidangi, pembangunan jalan poros Kutai Barat-Mahulu juga akan terus digenjot. Pembangunan jalan penghubung jalur darat antar dua kabupaten di dekat perbatasan rampung tahun 2025 mendatang karena anggaran setiap tahunnya selalu ada.
“Kebetulan jalan Kubar - Mahulu non status, APBN bisa masuk, provinsi bisa masuk dan Mahulu atau Kubar sendiri bisa masuk. Jadi tiga segmen anggaran bisa masuk semua," tegasnya.
Editor: Aspian Nur