Terlebih, masyarakat di wilayah ini diketahui bahwa kebanyakan mereka tinggal di daerah aliran sungai (DAS) Mahakam yang kondisi sungainya selalu keruh. Sehingga, air yang disedot menggunakan pompa sangat tidak direkomendasikan sebagai air minum sebelum dijernihkan dan terbukti steril.
Oleh karena itu, dua kecamatan yang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)-nya belum berfungsi secara maksimal, menjadi prioritas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mahulu di tahun ini.
Pasalnya, dua SPAM yang ada di Kecamatan Long Hubung dan Laham ini sebetulnya sudah dibangun, namun belum difungsikan lantaran terdapat beberapa jenis alat SPAM yang ditemukan rusak sehingga tidak bisa berfungsi lagi.
Hal itu dikatakan Kepala PUPR Mahulu, Didik Subagya saat ditemui korankaltim.com, Jumat (2/2/2024) hari ini. Didik mengatakan, pemaksimalan terhadap dua SPAM ini memang sudah krusial, termasuk SPAM yang ada di Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun.
"SPAM Ujoh Bilang sudah aktif tahun kemarin bulan 11, karena penanganan kami pakai APBD-P cuma di RT 15 ke atas, karena belum pompa," kata Didik.
Sebagaimana menurut pengamatan pihaknya, pompa yang ada mengalami kerusakan, yang berarti ketika dinyalakan pompa tersebut pecah sehingga harus dilakukan perbaikan.
"Jadi memang perencanaan parsial kemarin, jadi satu perencanaan beda sama perencanaan tahun kemarin. Nah itu, mulai tahun ini kami baiki. Kami maksimalkan," terangnya.
Kemudian dia menyatakan bahwa kemampuan SPAM yang sudah aktif di Ujoh Bilang saat ini sudah sangat cukup untuk 564 sambungan rumah (SR). "Bahkan kalau kurang bisa kita tambahin untuk SR-nya. Karena kan kapasitas mesinnya tiap detik itu 40-60 liter, cuma kita untuk target SR nya sampai 800 rumah," pungkasnya.
Editor: Maruly Z