Hal ini dikatakan Ketua KPU Mahulu, Frederik Melawen saat ditemui korankaltim.com, Jumat (2/2/2024) hari ini disela rapat koordinasi pendistribusian logistik di ruang rapat Bapelitbangda. Frederik mengatakan, pekerjaan anggota KPPS memang dilaksanakan selama satu hari saja, yaitu saat pelaksanaan pemilu pada 14 Februari 2024 nanti, namun, meski pelaksanaannya satu hari saja Frederik menilai butuh stamina yang kuat.
Sebagaimana dia membeberkan bahwa pemilih Daftar Pemilih Tetap (DPT) di setiap TPS di lima kecamatan yang ada di Mahulu mencapai 270- 280 orang. Sehingga, menurut perkiraan dirinya, hampir dari rata-rata satu orang pemilih menghabiskan waktu lima menit untuk memilih. "Rata-rata ya, tapi untuk yang baby boomber yang usianya 60 tahun ke atas, itu lebih dari lima menit waktunya," kata Didit sapaan akrabnya.
Sehingga jelasnya, dari ratusan pemilih DPT jika dari mereka memilih satu per satu, maka itulah total waktu yang akan dihadapi semua anggota KPPS di setiap kecamatan saat menjalankan tugas di TPS masing-masing.
"Mudah-mudahan nanti terbantu. Ya mungkin nanti Dinas Kesehatan bisa membantu memberikan pelayanan kesehatan ke teman-teman TPS, supaya tidak ada yang drop agar pelaksanaan pemilu bisa selesai dengan lancar," harapnya.
Terpisah, Kepala Dinkes Mahulu, Petronela Tugan mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi dalam memberikan pelayanan kesehatan pada saat pelaksanaan pemilu di lima kecamatan. Lantaran, dia menyebut petugas medis yang sudah lama bertugas di lima kecamatan akan siaga membantu memberikan pelayanan kesehatan.
"Setiap TPS kan ada tenaga kesehatannya, nanti mereka yang kita siagakan. Peralatan, untuk pemeriksaan kesehatannya sama obat-obatan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan), keadaan darurat yang tidak perlu resep dokter nanti kita akan siapkan," pungkasnya.
Editor: Maruly Z