Tiga jembatan kayu tersebut berada di kawasan Sungai Tingang satu dan dua atau bertepatan di RT 11 Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun dan satu jembatan kayu lainnya berada di RT 1 yang berkawasan di dekat perkantor Kepolisian Sektor (Polsek) Long Bagun.
Kepala Dinas (Kadis) PUPR Mahulu Didik Subagya saat ditemui Korankaltim.com, Selasa (30/1/2024) hari ini di ruang kerjanya menjelaskan hal tersebut.
Saat ini sedang dalam proses penyusunan perencanaan dan akan masuk pada pelaksanaan fisiknya di tahun 2024 ini. Lalu lintas warga di tiga jembatan ini sudah cenderung jenuh atau yang berarti tidak bisa ditingkatkan lagi sehingga pada tahun ini pihaknya berkomitmen untuk mengubah tiga jembatan kayu tersebut menjadi jembatan bailey. Jembatan bailey adalah jjembatan rangka baja pra-fabrikasi yang bersifat portabel.
“Tahun ini kami coba buat jembatan bailey, ada tiga jembatannya, di Sungai Tingang 1 dan 2 juga Jembatan Polsek,” jelas Didik.
Meski saat ini pihaknya sedang memprioritaskan pembangunan Jembatan Butuan yang menghubungkan Kecamatan Long Bagun dan Long Pahangai, tiga jembatan ini justru masuk dalam program prioritas pihaknya karena dia menilai beban lalu lintas di tiga jembatan ini nantinya tidak begitu besar.
Bulan, warga yang tinggal di dekat Jembatan Polsek menanggapi wacana tersebut. Menurutnya, saat ini jembatan tersebut saat dilintasi terdengar sangat bising.
“Pokoknya dari pagi sampai malam tidak berhenti orang lalu lalang disini, mungkin karena jembatannya kayu terus sudah ada beberapa papan yang lepas jadi pas dilalui motor atau mobil, ribut,” jelas Bulan.
Kebisingan yang ditimbulkan dari jembatan kayu tersebut sudah tidak bisa dihalangi dirinya lantaran jalan tersebut merupakan jalan umum, sehingga dia berharap dengan adanya wacana tersebut ke depannya bisa diseriusi lagi.
“Mudah-mudahan jadi supaya kami saat kerja atau istirahat bisa tenang dari suara papan-papan itu. Ya meski ada satu dua kendaraan yang lewat tapi dengan adanya jembatan bailey nanti kan sudah berkurang lah suara bisingnya,” tutup Bulan.
Editor: Aspian Nur