Sebagaimana kondisi geografis yang membuat antar desa di Mahulu yang jika dijangkau sangat jauh dan berjarak, akhirnya ibu kota Kabupaten Ujoh Bilang pun padat penduduk. Sehingga, jika dilakukan pelebaran di sekitar kawasan jalan Desa Ujoh Bilang, hal itu justru tidak memungkinkan lantaran rumah-rumah penduduk yang kian sempit.
Pelebaran jalan ibu kota memang sudah masuk dalam program kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang mana itu diakui oleh Kepala Dinas PUPR Mahulu Didik Subagya, Senin (29/1/2024) kepada Korankaltim.com hari ini.
Didik mengatakan, tahap awal pembangunan jalan sebetulnya sudah dilakukan secara bertahap. Saat itu, dilakukan pelebaran sepanjang satu meter. Kemudian, kepanjangan pelebarannya menjadi dua meter.
"Saat ini sudah maksimal. Nah, makanya kita buka ke atas (jalur baru), ke atas ini problemnya kita ngejar waktu tapi secara kualitas jadi perhatian juga untuk kita. Makanya kita rubah ke rigit," jelas Didik.
Sehingga, di tahun ini pihaknya melakukan pelebaran jalan lebih maksimal, khususnya di jalan kawasan pemerintah kabupaten. Sementara untuk jalan perkampungan tidak dilakukan pelebaran lantaran dia menilai akses sosial yang tinggi.
"Ya memang jalan ini primer, kalau jalan di perkantoran memang sudah jenuh. Tidak bisa kita luaskan lagi tidak bisa. Karena akses sosialnya lebih tinggi," terangnya.
Sehingga, untuk pelebaran di kawasan Pemkab Mahulu yang akan dilakukan pihaknya di tahun ini akan dilakukan di dua jalur, yaitu di kawasan jalan simpang tiga Tikah, Kampung Ujoh Bilang dan simpang tiga Rumah Sakit Gerbang Sehat Mahulu (RS GSM) Long Melaham.
"Untuk perkampungan tidak, tapi kalau untuk kawasan yang di sekitar kabupaten ada perluasan. Ada dua jalur nanti, dari simpang tikah sampai di RS," pungkasnya.
Editor: Maruly Z