Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Mahulu, Yason Liah melalui Kepala Bidang Ekraf Kristina Ping yang mengaku perkembangan ekraf di Mahulu saat ini kian berkembang.
Dia menjelaskan, salah satu cara dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekraf di Mahulu yaitu dengan mendorong skil atau keterampilan yang dimiliki para SDM yang ada dengan mengadakan pelatihan terkait kegiatan-kegiatan kreatif.
Misalnya yang baru-baru saja dilakukan pihaknya sampai akhir 2023 kemarin yaitu membatik. Meski membatik tidak menjadi salah satu kegiatan yang biasa dilakukan masyarakat Mahulu, namun pihaknya tetap mengadakan pelatihan tersebut, lantaran menilai di Mahulu SDM-nya memiliki daya saing tinggi dalam mengembangkan ekraf khsusunya produk lokal.
"Kita baru melakukan pengembangan skil atau SDM pariwisata dan ekrafnya itu kita baru bikin batik membatik. Itu sudah dari tahun lalu kemudian dilanjutkan di tahun ini. Terus motif yg diambil itu motif Buaq Laran yang sudah memperoleh sertifikat HKI (Hak kekayaan intelektual)," jelas Kristina.
Lebih lanjut dia katakana, bahwa HKI itu diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mahulu. Sehingga untuk saat ini perkembangan yang dilakukan pihaknya adalah lebih kepada peningkatan potensi SDA sementara untuk tingkatan produknya belum.
Sehingga dia mengatakan fokus pengembangan ekraf tahun ini difokuskan di Desa Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahulu dengan memberikan pendampingan baik dari sisi ekraf dan wisata.
"Potensi di Batu Majang ada. Kriya mereka bagus, kuliner mereka ada, tempat wisatanya juga bagus. Jadi itu yg mau dikembangkan dulu, karena mereka yang mau berjuang," terangnya.
Sehingga dengan semangat yang ditunjukkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pok Darwis) maupun masyarakat Desa Batu Majang diakuinya sangat terlihat dibanding dengan Ujoh Bilang yang merupakan desa tempat ibu kota kabupaten.
"Long Bagun Ilir bisa tapi gak segercep (gerak cepat) yang di Batu Majang. Makanya kami fokus pelatihannya di Batu Majang," tutup Kristina.
Editor: Maruly Z