Pria berusia 48 tahun itu meninggal dunia secara misterius dan diketahui kesehariannya seorang wiraswasta berasal dari Desa Karanganyar, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan sebelum wafat menetap di Kampung Rejo Basuki, Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat.
Pinus, Kepala Kampung Ngenyan Asa kepada Korankaltim.com mengakui adanya penemuan jasad P tersebut. ”Iya ada penemuan mayat dan saya sudah ke lokasi bersama kepala desa Rejo Basuki tadi malam. Jenazahnya langsung dibawa ke rumah sakit oleh tim Inafis dari Polres Kutai Barat,” kata Pinus Rabu (17/1/2024).
Pinus menyebut P meninggal dunia saat mencari rumput namun tidak mau menjelaskan kronologi persisnya karena peristiwa itu sudah ditangani kepolisian.
”Dia cari rumput untuk makanan sapi lalu ditemukan meninggal dunia, saya tidak bisa beri keterangan karena ada kepolisian yang menangani. Kalau kejadiannya memang benar di RT 5 Kampung Ngenyan Asa,” sebut Pinus lagi.
Kasat Reskrim Polres Kutai Barat AKP Asriadi secara terpisah mengatakan mereka masih terus melakukan pendalaman untuk mencari tahu penyebab kematian korban. ”Sementara masih kami lakukan penyelidikan secara maksimal,” ujar Asriadi melalui pesan singkat.
Sementara rilis resmi didapatkan dari Polda Kaltim yang menjelaskan kronologis kematian P. Saat itu P bersama temannya berinisial G mencari rumput di lahan milik D, seorang petani di Ngenyan Asa.
P menggunakan mesin pemotong rumput sementara G membantu mengangkut rumput hasil potongan ke mobil pick-up yang terletak sekitar 50 meter dari lokasi. Pada pukul 16.00 WITA atau jam empat sore, P meminta air putih kepada G yang diberikan oleh S, temannya yang lain. Setelah itu P kembali ke mobil untuk istirahat dan meminta untuk dibangunkan jam empat sore tersebut namun meski sudah dibangunkan P tetap terlihat tidur.
Dua jam berselang atau jam enam petang, G kembali mencoba membangunkan P namun tetap tak ada reaksi. Warga lain berinisial Sa yang dihubungi seorang pedagang berinisial Su dari kampung Rejo Basuki, turut datang ke lokasi dan menyatakan P sudah tidak bernyawa.
Mereka lantas melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian resor Kutai Barat. Polisi langsung menuju TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi yaitu pemilik kebun, pedagang, petani dan sejumlah saksi lainnya.
”Kami sudah mengumpulkan bukti di lokasi kejadian dan mencari informasi lebih lanjut,” tulis Polda Kaltim dalam rilis tersebut,
Jenazah P sudah dibawa ke RSUD Harapan Insani Sendawar untuk divisum dengan harapan dapat mengungkap penyebab kematiannya yang masih menjadi misteri.
”Kepolisian Kutai Barat berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan kejelasan kepada keluarga serta masyarakat sekitar. Penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap kebenaran di balik meninggalnya P di Ngenyan Asa,” tutup Polda Kaltim.
Editor: Aspian Nur