Hal itu disampaikan Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh yang mengaku pembangunan bidang ketenagalistrikan melalui peningkatan kualitas rasio elektrifikasi merupakan target pembangunan Pemerintah Kabupaten Mahulu sejak dimekarkan dari Kutai Barat lalu.
Kolaborasi antara Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan empat Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang ada di wilayah Mahulu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat membuat Listrik bisa menyala selama 24 jam tersebut.
“Top priority optimalisasi jaringan listik di Pemkab Mahulu kini diarahkan untuk mengoptimalisas jaringan dan daya listrik ke kompleks perkantoran pemerintahan dan Mamahak Besar yang akan menjadi calon kecamatan baru,” ujar Boni kepada Korankaltim.com Jumat (5/1/2024) hari ini.
Tiga kecamatan yang belum dibangun ketenagalistrikan PLN juga menjadi prioritas utama Pemkab Mahulu untuk memberikan optimalisasi jaringan listrik di Kecamatan Laham, Kecamatan Long Pahangai dan Kecamatan Long Apari. “Khususnya kampung-kampung yang belum memiliki jaringan listrik PLN,” tambahnya.
Pemkab Mahulu telah berhasil membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Matalibaq, Kecamatan Long Hubung yang melayani 370 rumah dengan jaringan off grid dalam kapasitas 92,97 Kilowatt peak (kWp).
Komposisi layanan ketenagalistrikan yang sudah diberikan Pemkab Mahulu secara umum rasio desa berlistrik sudah mencapai 100 persen dari 82,57 persen masyarakat Mahulu sudah dilayani jaringan PLN.
Sementara untuk pelayanan pembangkit listrik mandiri, 11 persen masyarakat Mahulu telah diberi layanan dalam pembangkit listrik mandiri seperti genset dan mesin diesel serta 6 persen masyarakat sudah menggunakan PLTS komunal. "Untuk meningkatkan pelayanan dan cakupan elektrifikasi, beberapa perencanaan strategis dilakukan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu. Mulai dari peningkatan kapasitas daya tenaga pembangkit, coverage jaringan, hingga pengembangan listrik desa," pungkas Boni.
Editor: Aspian Nur