Hal itu dia katakan lantaran menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahulu sudah memberikan sisi pelayanan pemerintahan yang baik.
Misalnya saja realisasi berbagai program pembangunan daerah, pembangunan kesejahteraan masyarakat, layanan publik, infrastruktur dasar, termasuk infrastruktur konektivitas.
"Meski dampak negatif Covid-19 yang dirasakan hampir selama dua setengah tahun ini memang menjadi kendala untuk meningkatkan berbagai capaian yang telah ditetapkan pemerintah," katanya kepada korankaltim.com, Jumat (29/12/2023).
Namun, kondisi Covid-19 jelasnya justru tidak menjadi kendala berkepanjangan yang mana diakuinya Pemkab Mahulu sudah berhasil mencapai membangun daerah meski belum secara penuh terealisasi.
Akan tetapi, di tahun ini secara khusus pihaknya sudah melakukan upaya untuk membangun kesejahteraan masyarakat di Mahulu yang diantaranya seperti mendukung masyarakat dari sektor pertanian, kemudian, pembangunan ekonomi inklusif.
Yang mana dalam program ini, orang nomor satu di Mahulu itu menyebut bahwa dirinya berhasil menaikkan Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif (IPEI) di Mahulu yang sebelumnya kurang memuaskan menjadi memuaskan.
"Terdapat tiga pilar dan delapan Sub-Pilar, serta 21 indikator pembentuk Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif," terangnya.
Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra itu juga menyebut capaian kerja yang sudah dilakukan pihaknya dalam mendukung sektor pertanian di Mahulu adalah program ketahanan keluarga yang di mana dalam program ini Pemkab Mahulu memberikan Rp3-6 juta untuk per Kepala Keluarga (KK).
"Itu untuk pemberdayaan sosial ekonomi masyarakatnya melalui program ketahanan keluarga," ungkapnya.
Kemudian, dari pada itu disebutnya juga terdapat pengembangan ekonomi berbasis Sumber Daya Alam (SDA) dan kearifan lokal.
"Seperti diketahui, padi gunung merupakan jenis pertanian yang paling banyak digeluti petani di Mahakam Ulu. Tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu membuat program pembukaan lahan 10 hektare per kampung untuk pengembangan sektor pertanian, khususnya padi gunung," katanya.
Sehingga dukungan dari berbagai kebijakan dan bantuan yang diberikan pemerintah untuk pengembangan padi gunung di Mahulu, itu disebutnya mulai dari Bantuan Biaya Tanam (BBT), hingga menjadikan padi gunung sebagai produk komoditas unggulan daerah.
"Selain komoditas padi gunung, kakao menjadi komoditas yang terus dikembangkan di Mahakam Ulu. Komoditi sub sektor perkebunan ini memang dikenal sangat cocok dengan alam Mahakam Ulu dan menghasilkan biji kakao berkualitas ekspor," tutupnya.
Editor: Maruly Z