Adapun bantuan yang diberikan berupa 10 boks paket kebersihan, sembilan bahan pokok (sembako), selimut, dan tikar kepada 13 kepala keluarga (KK). Seperti diketahui, peristiwa kebakaran di Long Kerioq terjadi pada Jumat, (15/12/2023) malam dan menghanguskan enam rumah warga termasuk Bank Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Timur- Kalimantan Utara (BPD Kaltim-Kaltara).
Musibah tersebut membuat orang nomor dua di Mahulu itu turut prihatin dan menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap bahaya listrik dan api. "Terlebih dengan kondisi rumah yang padat penduduk," sebutnya.
Sementara Kepada BPBD Mahulu Agus Darmawan mengatakan, akibat musibah tersebut menurut perkiraan kerugian yang ditimbulkan berkisar Rp1 miliar dan hingga saat ini belum diketahui pasti secara kronologis kejadiannya.
Lebih lanjut Agus mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya setelah ini yaitu melakukan pendataan korban untuk nantinya diserahkan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Mahulu untuk ditindaklanjuti dalam hal memberi bantuan stimulan. "Nanti Dinsos yang berikan bantuan subsidi lah istilahnya, stimulan. Setelah nanti kami lakukan pendataan," paparnya.
Dengan ada kejadian tersebut dia menghimbau untuk seluruh masyarakat karena menjelang Natal dan Tahun Baru agar lebih waspada dan sebelum meninggalkan rumah harus terlebih dahulu mengecek kompor ataupun Listrik yang ada di rumah masing-masing.
Editor: Maruly Z