Hal itu dikatakan Kepala BPKAD Mahulu, Andy Abeh saat dikonfirmasi korankaltim pada Minggu, (17/12/2023) hari ini. "Penyerapan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) di tahun ini, baik murni maupun perubahan kurang lebih sudah mencapai 50 persen," sebutnya.
Namun, dia mengaku sampai saat ini pihaknya tetap melakukan upaya percepatan penyerapan anggaran dan diakui pihaknya sudah meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyampaikan perkiraan pengajuan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan Surat Perintah Membayar Langsung (SPMLS) untuk batasan akhir yang sudah disampaikan pihaknya yaitu pada 28 Desember 2023.
Dia mengatakan, untuk seberapa besar dana yang dikeluarkan pada akhir tahun ini dan akan disandingkan dengan saldo kas daerah yang ada. "Dari situ nanti akan terlihat. Berapa sih sebenarnya SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) di tahun 2023 ini" paparnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk sementara ini progres penyerapan anggaran masih dikisaran 50 persen. Namun, diakuinya pihaknya belum melihat berapa penyerapan anggaran yang sudah dilakukan oleh setiap OPD.
Artinya, berapa anggaran yang digunakan untuk pembayaran belanja langsung yang dilakukan sampai pada 28 Desember 2023 mendatang. "Ya mudah-mudahan nantinya agak bisa lebih besar penyerapannya," tutupnya.
Editor: Maruly Z