Pria yang kerap disapa Yudi itu menyebut, saat ini dokter yang aktif melakukan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang ia pimpin itu hanya empat orang termasuk dirinya meski dia mengaku untuk dokter umum baru dihadirkan tiga orang baru-baru ini. “Jadi memang kurang juga dokter di sini, dokter umumnya,” tambahnya kepada korankaltim.com pada Rabu, (6/12/2023) hari ini.
Dia menyebut tiga dokter umum yang akan aktif melakukan pelayanan kesehatan di RS GSM ini belum memadai jika dibandingkan dengan jam operasional selama 24 jam. Atas keterbatasan SDM itu, dirinya mengatakan, pemenuhan dokter yang menangani pasien di RS GSM itu harusnya lebih dari lima orang, mengingat dokter yang melayani di poli, unit gawat darurat (UGD) dan rawat inap juga harus ditambah.
“Untuk selama ini kan kami hanya merangkap-rangkap, pelayanan jadi terganggu pasien juga menunggu lama. Jadi kita mau rekrut (dokter) juga kalau tidak ada regulasinya sementara tidak ada penerimaan, honorer lagi kan susah juga,” terangnya.
Editor: Maruly Z