Camat Long Apari, Petrus Ngo mengatakan, tiga kampung yang digenangi banjir yaitu Long Apari, Noha Silat, dan Naha Tivab.
"Airnya kan mengalir ke hilir jadi banjirnya kena kampung-kampung yang di hilir juga dan di sana banyak anak sungai juga jadi mungkin air dari muara inilah yang meluap keluar," imbuh Petrus.
Sehingga dia memprediksi akan ada banjir susulan di kawasan Kecamatan Long Pahangai. "Cuma sekarang saya dapat informasi air di Long Apari sudah mulai surut, sepertinya Long Pahangai lagi yang banjir," sebutnya.
Terpisah, salah satu warga di Kecamatan Long Pahangai, Chi menyebut kondisi air di wilayah hulu Mahakam saat ini sedang pasang dan banjir yang terjadi di Long Apari sudah sejak malam tadi. "Banjirnya dari malam tadi. Airnya dari hulu, turun ke bawah masih pasang airnya," singkatnya.
Sehingga, dengan adanya peristiwa ini Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahulu Agus Darmawan menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan datangnya banjir.
Lantaran dirinya menyebut melalui pantauan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kaltim baru-baru ini memang di Mahulu akan diguyur hujan dengan intensitas sedang.
"Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat Mahakam Ulu untuk tetap waspada akan cuaca yang terjadi saat ini, dan kami harapkan aplikasi BMKG maupun media sosial dapat dipantau agar dapat mengetahui kondisi cuaca di kawasan masing-masing," jelas Agus kepada Korankaltim.com.
Hal itu ia imbau, agar masyarakat dapat mengantisipasi dan mendeteksi dini dari cuaca yang terjadi seperti hujan yang bisa mengakibatkan banjir, sehingga masyarakat sudah mengetahui Langkah apa yang akan dipersiapkan.
Editor: Maruly Z