Dia mengatakan, meski kondisi di kabupaten tersebut saat ini terpantau aman, pihaknya tetap siaga dalam hal memonitoring dan mengantisipasi hal yang tak diinginkan. Sedikitnya 94 personel dikerahkan untuk melakukan pengamanan saat pemilu berlangsung di Mahulu. "Rencana di Kabupaten Mahakam Ulu ini akan didrop 94 personel," imbuh Rahman.
Dari 94 personel itu terdiri dari anggota Pamtas RI sebanyak 29 personel, 31 personel dari Batalion 611. Kemudian 10 personel dari organik Koramil yang dikhususkan untuk di Kecamatan Long Bagun yang mana wilayah ini berdekatan langsung dengan ibu kota Kabupaten Mahulu. Dia menyebut, untuk pengamanan pemilu yang akan datang diprioritaskan di wilayah kabupaten.
Sementara untuk kecamatan lainnya seperti Long Apari saat ini sudah ada 30 personel yang disiapkan, sementara Kecamatan Long Pahangai yang merupakan kecamatan tetangga dari Long Apari sendiri pihaknya melihat kondisi wilayah tersebut dan dinilainya Long Pahangai untuk rentan terjadinya ricuh saat pemilu juga ia nilai minim terjadi, sehingga di wilayah tersebut hanya dikerahkan 10 personel saja.
Sedangkan untuk di Kecamatan Long Hubung dan Laham akan dikirimkan sekitar 5 personel saja. "Karena mayoritasnya akan ke sini semua, makanya dikumpulkan di sini. 69 personel stand bye," jelasnya.
Dia menjelaskan, dalam melakukan pengamanan pihaknya tidak seperti melakukan pengawalan secara langsung, akan tetapi lebih kepada monitoring, antisipasi, dan membackup masa. "Jadi sebelum terjadi ricuh kita sudah backup lebih dulu," tegasnya.
Sehingga, jauh sebelum hari pencoblosan dan penghitungan suara, pihaknya sudah mencari informasi terkait wilayah yang rawan terjadi keributan. Sebagaimana menurut pengalaman pemilu sebelumnya, dia mengaku terdapat beberapa massa yang melakukan demonstrasi yang diduga adanya kecurangan dalam hal pemungutan suara, sehingga hal inilah yang menjadi evaluasi pihaknya dan menjadi antisipasi sampai pemilu mendatang.
Editor: Maruly Zainuddin