Usai prosesi adat, ribuan warga dan pengunjung area Pelabuhan disuguhkan tarian kolosal yang dibawakan 75 siswa-siswi dari berbagai SMP dan SMA di Melak. Mereka menampilkan tarian khas dari berbagai suku yang mendiami wilayah Kubar, seperti suku Dayak, Kutai, Jawa, NTT, dan lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kubar, Yuyun Diah Setiorini mengatakan, Festival Melayu Gemeoh telah menjadi tradisi yang membanggakan sejak 2022 dan tetap berlanjut hingga tahun ini. Festival ini sendiri digelar selama seminggu, mulai dari 9- 16 Oktober 2023.
Berbagai kegiatan seru disiapkan untuk meramaikan festival ini, termasuk lomba balap ketinting, lomba perahu, fashion Melayu, festival makan bekerobok, lomba tari Jepen, serta lomba baca puisi dan pidato Bahasa Melayu.
"Saya melihat festival ini sangat positif mudah-mudahan nanti kegiatan ini bisa kita masukan di kalender tetap" ujar Asisten III Setkab Kukar, Sahadi yang membuka acara.
Turut hadir dalam acara ini, Kepala dan perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), anggota DPRD Kubar, jajaran Pemerintah Kecamatan Melak, serta perwakilan organisasi kesukuan di Kubar.
Dia menambahkan, festival ini bukan hanya merayakan budaya dan tradisi masyarakat lokal, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkenalkan keindahan dan kekayaan Kecamatan Melak kepada dunia. Dengan semangat yang berkobar, warga Kubar dan para pengunjung bersatu dalam kebahagiaan untuk merayakan warisan budaya yang berharga ini.
Editor: Maruly Zainuddin