Terkait data tersebut, Bupati Kubar, FX Yapan mengaku prihatin dengan peningkatan kasus stunting tersebut. Padahal Pemkab Kubar melalui instansi terkait terus berupaya menekan kasus penyebaran stunting, bahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain juga turut diminta ambil peran dalam upaya penurunan kasus stunting tersebut.
Bupati meminta seluruh OPD yang dilibatkan agar lebih serius melakukan upaya penurunan stunting dengan program yang dapat menyentuh langsung di masyarakat. “Ayo kita bergerak maju, lebih serius dan lebih peduli lagi dalam upaya menekan kasus stunting ini sehingga generasi Kutai Barat ke depannya dapat lebih sehat dan berkualitas,” katanya, Jumat (30/6/2023).
Masih menurut FX Yapan, semua harus dapat memberikan kontribusi nyata untuk mendukung program tersebut, sehingga penurunan stunting di Kutai Barat dapat menurun sesuai dengan target nasional 14 persen. Di Kutai Barat terindikasi ada 270 anak di 10 kecamatan dan 23 Kampung, yang tercatat dalam lokus penyebaran kasus stunting dan di 2023 ini ditargetkan bisa teratasi secara maksimal.
Pemkab Kubar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Keluarga Berencana ( DP3AP2KB) telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS ) yang harus mampu menekan stunting secara efektif, konvergen serta terintegrasi dengan melibatkan lintas sektoral di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun kampung.
Editor: Maruly Zainuddin