Sehari setelah mengetahui hal itu pada Selasa (25/4/2023) kemarin, mereka langsung turun ke lapangan Rabu (26/4/2023) hari ini untuk melihat kondisi di lapangan.
Kepala Dinas PUPR Kutai Barat Philip melalui Kepala Bidang Bina Marga Yohanes Saw kepada Korankaltim.com disela peninjauan siang tadi menyebut berdasarkan hasil pengecekan kondisi jalan sudah hampir putus.
"Langkah penanganan pertama yang diambil bersama pihak kecamatan, kampung dan Dinas Perhubungan Kutai Barat adalah melakukan sosialisasi ke masyarakat akan diberlakukan pembatasan lalu lintas dan pengalihan jalur bagi kendaraan bermuatan, seperti truk dan bus," kata Yohanes disela peninjauan tersebut.
Pekan depan akan digelar rapat koordinasi antara pemkab dan pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Diketahui jalan semenisasi sepanjang sekitar dua puluh meter itu mengalami longsor yang mana pondasi jalan ambruk karena abrasi imbas dihantam air Sungai Mahakam terus menerus akhirnya sampai di badan jalan semenisasi tersebut.
Saat ini di ruas jalan yang rawan longsor tersebut sudah dipasang tanda berupa pagar dan pita oleh warga Empakuq dan juga ada spanduk pemberitahuan oleh Dinas Perhubungan Kutai Barat agar masyarakat yang melintas mengetahui dan waspada saat melintas ruas jalan tersebut.
Editor: Aspian Nur