Pasalnya, lubang tersebut berpotensi menyebabkan kendaraan terperosok masuk lubang tersebut, ditambah lagi tidak ada rambu ataupun penanda di area tersebut. Sebelumnya area tersebut jalan aspal namun akibat drainase tidak madai sehingga lama- lama tergerus oleh air sehingga saat ini
aspal dan tanah dasar jalan juga hanyut terbawa air, menyisakan lubang yang cukup dalam. "Kondisi ini sudah cukup lama, jalan berlubang ini tidak di buatkan penanda, jikalau tidak hapal daerah tersebut kemungkinan terperosok di lubang tersebut," ungkap Ricky warga Barong Tongkok, Minggu (12/3/2023).
Hal senada juga disampaikan Edy. Warga Barong Tongkok ini, juga berharap pengguna jalan berhati-hati melintasi daerah tersebut. "Sudah dari tahun lalu lubang tersebut, makin hari makin parah harapannya pemerintah segera merespons kondisi tersebut, karena sangat membahayakan pengguna jalan," harap Edy.
Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Barat Philip, Melalui Kepala Bidang Bina Marga, Yohanes Saw mengatakan kerusakan jalan ini sudah dianggarkan untuk perbaikan.
"Sudah masuk kegiatannya, di rencanakan mulai pekan depan sudah di eksekusi perbaikan, melalui kegiatan pemeliharaan," terang Yohanes.
Editor: Rusdianto