Awal laka air ini terjadi pada Kamis (15/9/2022) sekira pukul 06.40 WITA. Long boat Belare Jaya ini mengangkut BBM bersubsidi satu harga untuk Kecamatan Long Pahangai.
Kecelakaan air ini mengakibatkan seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Sabran Bin Hamzah (50) warga Kampung Long Pahangai menjadi korban hilang diduga terseret derasnya arus sungai dan hingga kini korban belum diketemukan. Petugas dibantu warga setempat juga melakukan pencarian keberadaan korban.
Pihak BPBD Mahulu langsung mengkoodinir dalam penanganan pencarian dan penyelamatan korban laka air tersebut. Tim pencarian dipimpin oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Mahulu, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Polsek, Koramil, dan tim dari Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Mahulu untuk melakukan pencarian korban.
Adapun kerugian yang dialami Nyuk Huvat selaku pemilik kapal sekitar Rp5 juta yaitu kerusakan pada long boat. Sementara 4 ABK long boat yang selamat adalah pion selaku motoris,Belawan, Ijul,dan Tuluy dan 1 ABK sedang dalam pencaharian.
Kapal yang karam ini sebelumnya berangkat dari Long Bagun pada 14 September 2022 pukul 06.00 WITA dengan Tujuan Long Pahangai. Sampai di Muara Nyaan perkiraan pukul 15.00 WITA mengingat air pasang dan banyaknya kayu yang hanyut maka diputuskan bermalam di Muara Nyaan Rakit Tiga Saudara.
Selanjutnya pada 15 September 2022, kapal melanjutkan perjalan lagi menuju Long Pahangai dan kejadian karam long boat Belareq baru diketahui diperkirakan pukul 08.00 WITA di riam Genhong.
Penulis : Jerry lukas
Editor: Maruly Zainuddin