"Karena tidak ada kupon makanya tidak bisa ikut antrean. Kemudian saat kita tanya kuponnya dapat dari mana, katanya sudah dibagikan sehari sebelumnya," kata Sari.
"Berbeda dari pasar murah yang kemarin-kemarin, kali ini sudah dalam satu paket. Jadi kita tidak bisa memilih apa saja yang mau dibeli," timpal Wati, warga lainnya.
Lurah Melak Ulu, Taufan Batuah mengungkapkan untuk kupon yang disiapkan dan berasal dari Disdagkop Kubar ini memang sangat terbatas. Apalagi, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kelurahan Melak Ulu yang jumlahnya kurang lebih mencapai 10 ribu jiwa. Sehingga banyak warga yang merasa kecewa tidak mendapatkan kupon.
"Di Kelurahan Melak Ulu ini ada 33 Rukun Tetangga (RT) dengan total penduduk sekitar 10 ribu jiwa. Sedangkan kuponnya cuma sekitar 300-an saja. Sehingga banyak warga yang mengeluh tidak kebagian kupon antrean," ucap Taufan.
Dirinya mengatakan bahwa kupon antrean memang diserahkan kepada setiap Ketua RT. Di mana setiap RT masing-masing kurang lebih hanya mendapat jatah 10 kupon. Sehingga memang cukup berat tugas dari Ketua RT dalam menentukan siapa saja yang bisa menerima kupon tersebut.
"Karena jumlahnya terbatas maka perlu pertimbangan siapa saja yang bisa mendapat kupon. Tentunya diutamakan bagi warga yang tergolong kurang mampu. Namun, tidak bisa dipungkiri jika ada warga lainnya yang kecewa tidak mendapatkan kupon. Walaupun dari pertimbangan ketua RT nya, warga yang merasa kecewa ini tergolong mampu dari segi perekonomiannya," tandasnya.
Penulis: M. Yasin Handayan
Editor: Supiansyah