Dalam perjalanan pengunjung dimanjakan dengan pohon-pohon tinggi di tepi jalan, yang membuat suasana asri dan udara sejuk ditambah akses jalan yang bagus.
Korankaltim.com harus melewati jalan tanah yang bergelombang sekitar 100 meter dan sekadar mengingatkan, pengunjung harus berhati-hati karena ketika hujan pastinya jalanan menjadi licin.
Saat masuk ke Gunung S terdapat pos yang diportal, terlebih dahulu pengunjung harus membayar, harganya sangat terjangkau hanya Rp7 ribu per orang, sudah bisa menikmati pemandangan alam dari ketinggian. Karena itulah Gunung S juga kerap disebut Negeri di Atas Awan.
Dinamakan Gunung S karena saat masuk 100 meter sebelum mencapai ketinggian, jalan tanah berbentuk seperti tumpukan es.
Untuk menukmati keindahan dari atas Gunung S yang sesungguhnya, pengunjung harus datang pada pagi hari saat matahari akan terbit, karena akan terlihat hamparan awan yang menutupi pegunungan.
Namun kalau datang sore hari pun keindahan dari atas Gunung S tetap terlihat. Di lokasi wisata ini ada penginapan, ada rumah-rumah kecil berjejer, yang bisa ditempati 4 orang, bisa juga kalau mau membawa tenda sendiri.
Ada properti dan spot foto yang menarik untuk para pengunjung mengabadikan momen saat berada di Gunung S.
Evelin, wisatawan lokal yang mengunjungi Gunung S bersama orangtua dan adiknya mengakui sudah ketiga kalinya ke Gunung S.
"Sudah tiga kali kesini, karena tempatnya bagus banget, udaranya sejuk, asri," ucap gadis 22 tahun tersebut kepada Korankaltim.com.
“Sesekali jalan-jalan ke wisata alam, bosan juga kan di kota terus, perlu suasana baru. Gunung S ini tempat favorit saya setelah sepekan bekerja. Saya berharap nantinya Gunung S bisa lebih dikenal orang dan banyak lagi pengunjung yang datang," harap Evelin.
Bupati Kutai Barat FX Yapan mengakui kalau Gunung S jadi obyek wisata andalan mereka.
"Ya, selain akses jalan, wisata kami ini juga menjadi prioritas karena kalau berjalan, tentunya perekonomian masyarakat juga berjalan," ujar Yapan.
Untuk wisata di Kubar hanya ada dua kategori, yakni alam dan budaya
"Saya baru melantik Kepala Dinas Pariwisata, beliau saya minta menginventarisir wisata-wisata yang ada suapaya nantinya bisa dikembangkan," ungkapnya
Gunung S saat ini sudah mulai dikunjungi wisatawan lokal dan mulai dikenal banyak orang. "Periode pertama itu jalan masuk saya yang buat, sebelum menjabat tidak ada jalan dan tidak diaspal karena tanah kami labil sehingga dirigid (beton)," kata Yapan.
Yapan pun berharap wisata alam dan budaya yang ada di Kubar ini bisa dikenal hingga luar negeri.
"Untuk itu tentunya sarana dan prasarananya harus dibangun, salah satunya akses jalannya, apalagi kawasan Gunung S ini digunakan berlatih paralayang, potensi untuk menjadi venue pertandingan kelas dunia. Pembenahan secara bertahap, berproses. Karena anggaran kami harus bagi pembangunannya, terutama akses jalan, mudahan bisa terealisasi," tutup Yapan.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur