"Ini merupakan bantuan dari Presiden RI Joko Widodo dan Kodim 0912/KBR ditunjuk untuk menyalurkan bantuan dari program Pemerintah Pusat tersebut," kata Dandim 0912/KBR, Letkol Kav Yudhi Prasetyo Purnomo saat penyaluran secara simbolis kepada 51 pelaku usaha di Makodim 0912/KBR pada Jumat (8/10/2021) hari ini.
Penerima BTPKLW sebanyak 799 pelaku usaha kecil menengah dengan besaran nominal Rp1.2 juta per-PKL dan warung.
Bantuan ini dikhususkan bagi daerah yang pernah atau sedang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.
"Diperuntukkan bagi daerah yang pernah berada di PPKM level 4, khususnya Kubar. Program BTPKLW ini menyasar pelaku usaha yang terdampak akibat pandemi untuk dapat mengembangkan kembali usaha yang digeluti selama ini serta meningkatkan kembali roda perekonomian," sebut Yudhi lagi.
Penyaluran bantuan tersebut akan diupayakan bisa terlaksana hingga akhir Oktober 2021 nanti karena menyasar juga kepada pelaku usaha di seluruh kecamatan yang ada di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tidak menerima karena hanya berada di PPKM level 3 walaupun secara kewilayahan, Mahulu masih menjadi tanggung jawab dari Kodim 0912/KBR.
"Kodim 0912/KBR akan menyelesaikan semua penyaluran bantuan kepada masyarakat yang sudah didata sebelumnya. Kita upayakan sebelum bulan Oktober ini berakhir, karena letak geografis Kubar juga cukup sulit. Namun para penerima bantuan ini tidak akan dikenai pemotongan atau biaya tambahan," tegasnya.
Beberapa pelaku usaha yang diwawancara pun sangat berterima kasih atas bantuan yang mereka terima karena selama pandemi Covid-19, seluruh kegiatan usaha mereka sangat terganggu dan mengalami kemerosotan terlebih saat penerapan PPKM level 4 beberapa waktu lalu.
“Syukur Alhamdulillah atas bantuan ini. Terima kasih Bapak Jokowi, terima kasih juga untuk bapak Kodim yang menyalurkannya. Bantuan ini bisa saya gunakan sebagai modal lagi," kata Muhammad Muklis yang kesehariannya sebagai pedagang sayur.
Begitu juga dengan pelaku usaha lainnya seperti warung makan milik Ibu Jumiati. Selama pandemi Covid-19 juga merasakan hal yang serupa dengan pedagang lainnya. Bahkan dalam sehari, modal yang sudah dikeluarkan terkadang tidak dapat tertutupi dengan pendapatan hari itu.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur