Kedua orangtua Vino meninggal dunia karena terpapar corona saat isolasi mandiri di rumah, sementara dirinya sendiri juga masih dalam kondisi sakit akibat virus mematikan itu.
Ibu Vino bernama Lina, berusia 32 tahun, meninggal Senin (19/7/2021) lalu, sehari jelang Iduladha 1442 Hijriyah. Dan keesokan harinya tepat saat umat muslim merayakan Iduladha dan memotong hewan kurban hari Selasa (20/7/2021), Kino, sang ayah, menyusul sang istri meninggal dunia dalam usia 31 tahun.
Keduanya meninggal karena terpapar Covid-19 dan sempat dirawat di rumah sakit.
Tak pelak kepergian Lina dan Kino membuat Vino tinggal sendiri di rumah menjalani isolasi mandiri (isoman) memulihkan kondisi tubuhnya karena juga terimbas Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG).
Vino ditemani serta dijaga oleh pamannya yang tidur di depan teras rumah beralaskan tikar saat malam hari. "Ada pamannya yang menjaga setiap hari, dia dipantau puskesmas serta aparat kampung setempat. Kalau malam, paman Vino menjaga di teras rumah sambil menggelar tikar, " jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kubar dr Ritawati Sinaga dihubungi korankaltim.com Kamis (22/7/2021) hari ini.
Setelah mengetahui kedua orangtuanya tiada, Vino menjadi pendiam dan sedikit kebingungan.
"Dia sudah tahu orangtuanya meninggal. Sempat ngomong, ayah sama ibu ngapain ya di langit?," kata Siswoyo warga setempat.
Kisah yang dialami Vino mengetuk hati seluruh masyarakat Kubar untuk bisa membantu anak berusia 10 tahun ini. Berbagai bantuan pun terus mengalir dari pribadi maupun organisasi dan juga pemerintah daerah.
Foto Vino saat berada di dalam rumah seorang diri tersebar di media sosial dan mengundang rasa prihatin dan sedih banyak orang.
Lebih lanjut Rita menjelaskan, saat ini pemerintah daerah melalui Dinas Sosial (Dinsos), Dinkes dan juga Puskesmas setempat terus memantau kondisi Vino.
"Dinkes melalui Puskesmas Tering tidak tinggal diam, akan terus mendampingi Vino, menjaga kesehatannya. Sementara ini untuk bantuan ada Dinsos Kubar yang menyerahkan dan untuk psikologisnya dari ustadz setempat," ungkap Rita.
Tidak hanya bantuan dari Dinkes, Dinsos dan Puskesmas, bantuan pun datang dari berbagai sumber, seperti bantuan dana dari masyarakat kampung melalui petinggi dan lain sebagainya.
Masyarakat Kampung Juaq Asa Kecamatan Barong Tongkok satu diantaranya yang memberikan bantuan dan disalurkan oleh petinggi kampung.
"Orangtuanya berjalan pentol keliling disini (Juaq Asa), terkadang bila ketemu anak-anak yang tidak pegang uang dikasih begitu saja. Kaget begitu dengar kabar ini," kata Lanus, warga Kampung Juaq Asa kepada korankaltim.com.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur