"Ini sSebagai bentuk kritikan dan keprihatinan terhadap jalan yang rusak dan tidak kunjung diperbaiki. Semoga pihak-pihak terkait bisa segera menindaklanjuti, segera memperbaikinya," kata Saipul, warga yang ikut dalam aksi tersebut.
Sebenarnya, aksi ini ditujukan kepada pihak perusahaan sawit yang kerap menggunakan jalan tersebut karena aktivitas perusahaan yang mengangkut tandan buah segar (TBS) maupun crude palm oil (CPO) ini seringkali melewati batas maksimal kapasitas jalan. Muatan yang dibawa oleh armada perusahaan tersebut melebihi kapasitas jalan raya, bahkan kendaraan perusahaan yang melintas hampir 24 jam penuh itu juga mengganggu masyarakat sekitar.
"Sudah pernah kami minta bantu untuk memperbaiki jalan yang rusak tapi tidak pernah direspon," kata Petinggi Kampung Sendawar Kecamatan Melak, Akhmat Yani.
Aksi menanam pohon pisang di tengah jalan ini selain sebagai bentuk kritik dan keprihatinan juga untuk menghindarkan terjadinya kecelakaan yang sudah kerap kali terjadi.Berdirinya pohon tersebut sebagai tanda bagi para pengendara untuk berhati-hati.
"Sudah banyak terjadi kecelakaan, jadi sengaja dibuat ini. Jadi aksi ini tidak untuk menutup jalan tetapi menghindarkan terjadinya kecelakaan. Semoga jalan ini bisa segera diperbaiki karena sudah lama dibiarkan," harap Yani
Penulis : M Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur