"Kita berikan apresiasi atas peran Perusda Witelteram Kubar dan Klinik Permata Husada ini. Karena sudah berupaya penuh menghadirkan penerbangan pesawat reguler bagi para pengguna jasa transportasi udara ini di Kubar," ungkap Ayonius.
Direktur Perusda Witelteram, Syachran Eric Lenyoq yang diwawancara usai penyambutan kru maskapai penerbangan mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat selama ini. Ia berharap dengan adanya penerbangan ini bisa menjadi solusi transportasi yang diinginkan masyarakat Kubar khususnya.
"Kami berupaya menghadirkan hadirnya transportasi udara bagi masyarakat Kubar khususnya. Karena selama ini sudah sempat terhenti dan belum ada penerbangan reguler lagi. Padahal, ini juga cukup penting dan banyak digunakan oleh masyarakat Kubar," katanya.
Dijelaskan lebih lanjut, kondisi pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini memang sangat berdampak langsung pada setiap maskapai. Termasuk dari maskapai Nam Air yang beroperasi di Kubar ini dan sempat ragu untuk hadir di Kubar. Menjawab keraguan tersebut, Perusda Witelteram yang bekerja sama dengan Klinik Permata Husada ini pun menjalin kerjasama dengan sistem carter flight.
"Sistem carter flight, jadi kita talangi dulu dananya untuk menghadirkan penerbangan ini. Kita juga jalin kerjasama dengan perusahaan yang ada disini untuk bisa membantu dengan metode block seat, begitu juga dengan pemerintah daerah. Tapi tetap ada juga kuota untuk masyarakat umum sekitar 30 persen. Kita optimis bahwa ini akan berjalan melihat animo masyarakat yang sangat mendambakan transportasi udara ini" jelasnya.
Untuk biaya yang dikeluarkan menghadirkan penerbangan ini mencapai Rp 1,8 miliar. Namun pembayarannya dilakukan setiap empat kali penerbangan selesai dilakukan. Sedangkan untuk biaya yamg dikenakan untuk satu seat berkisar di harga Rp 1.070.000 untuk tujuan Samarinda dan 1.100.000 dengan tujuan Balikpapan.
"Akan kita berikan nomor call center untuk pemesanan seat. Ada petugas juga nanti yang ditempatkan di bandara. Jadi sistemnya tidak melalui pembelian tiket," tambahnya.
Untuk diketahui, pesawat ATR 72-600 ini memiliki 70 seat. Namun untuk berangkat dari Bandara Melalan hanya bisa diisi sekitar 55 seat saja. Karena terkendala dengan panjang landasan/runway yang hanya 1.300 meter. Tetapi dari kota Samarinda maupun Balikpapan bisa diisi hingga 75 seat. Dan untuk jumlah penerbangan dalam satu minggu sebanyak tiga kali, yakni di hari Senin, Jumat dan Minggu.
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor : Bambang Irawan