"Semoga ini bisa berjalan lancar dan membuat Kubar sebagai penyangga IKN bisa berkembang lebih pesat. Kubar tempat yang strategis dan cocok sebagai sektor pertanian, perkebunan dan peternakan," ungkap FX Yapan.
Suparlan yang merupakan Direktur Utama PT Berkah Salama Jaya sekaligus satu dari tiga orang pendiri koperasi mengatakan Kubar memang mendapat perhatian lebih besar dari daerah lain. Selain karena dirinya berasal dari Kubar, kondisi alam yang sangat menunjang menjadi hal yang sangat utama sehingga diproyeksikan menjadi lumbung ternak.
"Kubar menjadi perhatian utama dan memiliki cukup banyak kelompok ternaknya dari 19 kelompok ternak di Kaltim yang bekerja sama dengan PT Berkah Salama Jaya. Yakni di Kecamatan Bongan, Muara Lawa, Barong Tongkok, Sekolaq Darat dan Linggang Bigung," jelas Suparlan .
Adapun kemitraan peternak penggemukan sapi ini menggunakan mekanisme 3 bulan sekali untuk potong dan menyediakan daging segar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dimana kebutuhan daging segar di Kaltim ini baru sekitar 20 persen saja yang bisa dipenuhi dari lokal. Sedangkan sisanya berasal dari luar daerah sehingga ini merupakan peluang untuk bisa menyediakan daging segar khususnya untuk provinsi Kaltim.
“Kelompok peternak ini akan diberikan sapi untuk bisa menjalankan program penggemukan. Dan tiap 3 bulan sekali akan panen, keuntungan peternak adalah selisih timbangan dari sapi yang datang dan yang akan di panen. Selain itu setiap 10 ekor sapi yang dipanen akan diberikan 1 ekor induk sapi agar bisa dikembangbiakkan. Sehingga kedepannya para peternak ini bisa memproduksi sapi sendiri," sebutnya.
Sapi yang diberikan kepada peternak hasil kemitraan PT Berkah Salama Jaya dengan Pertamina yang dinamakan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) untuk bisa menyediakan sapi dengan anggaran yang cukup besar hingga mencapai Rp 30 miliar lebih. (*)
Penulis : M. Yasin Handayan
Editor: Aspian Nur