Hal ini diungkapkan seorang spesialis penyakit jantung dari Thompson Hospital Kota Damansara Malaysia, dr Haizal Haron Kamar.
Dalam wawancara secara daring bersama Korankaltim.com, dr Haizal menyebut, pria lebih mungkin terkena penyakit jantung ketimbang wanita.
"Terutama sebelum ia (wanita) mendapat masa menopause. Potensinya kecil sekali," ujar Haizal dalam program Ngobrol Cerdas Bersama Si Lanteh, di Instagram @korankaltimcom belum lama ini.
Musababnya, lanjut Haizal wanita yang masih dalam masa produktif memproduksi hormon yang dapat mencegah adanya penyakit jantung. Sehingga, ketika memasuki masa menopause dan hormon itu tak lagi diproduksi, maka kemungkinan wanita terkena sakit jantung menjadi meningkat.
Namun tentu saja, hal itu harus dibarengi dengan pola hidup yang sehat dan tidak ada riwayat sakit jantung bawaan.
"Selama tidak merokok, tidak kegemukan, dan pola hidup sehat, maka kemungkinannya kecil untuk terkena penyakit jantung," tegas Haizal.
Untuk itu, ia mengajak semua wanita untuk tetap menjaga dan menjalankan gaya hidup sehat, dengan makan makanan yang sehat dan bergizi. Berolahraga secara rutin, dan menjauhi rokok.
Karena, ia tak menampik masih ditemukan pengidap jantung dari kalangan wanita yang belum memasuki masa menopause.
"Ada kasus yang saya tangani memang belum menopause. Itu karena tadi, dia tidak menjaga pola hidup sehat," bebernya.[]
Penulis/editor : Rusdi