Setelah mengetahui dirinya terjangkit virus corona, ia pun merasa sedih.Kemudian diriny berpikir, hal itu bukanlah rahasia lagi karena siapapun bisa terjangkit.
“Kebetulan saya memang ada proses perjalanan keluar daerah, dimulai dari Balikpapan sampai dengan Jakarta. Kabarnya penyakit ini belum ada obatnya, tetapi saya harus tetap optimis bisa melampauinya demi anak-anak dan keluarga serta demi semuanya, karena saya ingin sehat,” ungkapnya.
Untuk mendukung upaya kesembuhan, selama di ruang isolasi dirinya wajib mematuhi semua peraturan dan tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri. Kemudian obat-obat yang diberikan harus diminum sesuai dengan yang dianjurkan oleh tim medis.
“Dari semua upaya itu yang terpenting ialah kita harus merasa bahagia karena itu sangat-sangat membantu imun kita. Karena sempat sebelumnya itu saya merasa sedih," ungkapnya.
Yuyun melanjutkan kalai ia sempat menangis setengah jam karena kesedihan yang dirasakan. "Setiap saya sedih itu, imun saya turun dan tensi turun, saya pusing-pusing dan merasakan ketidaknyamanan,” kenangnya.
Dari proses itu akhirnya Yuyun mengambil pelajaran berarti bahwa yang mampu melawan virus adalah dirinya sendiri dan harus tetap menanamkan rasa optimisme yang tinggi.
“Akhirnya saya semangat kembali, apalagi dengan dukungan keluarga teman-teman itulah yang membuat saya semakin lebih baik. Jadi kuncinya adalah kita harus berpikir positif dan selalu semangat,” tandas Yuyun.
Penulis : Muhammad Heriansyah
Editor : Hendra