Kamis, 02/08/2018
Kamis, 02/08/2018
PROMOSI BERAS : Hingga kini promosi beras lokal Bulungan masih perlu dimaksimalkan, terlebih beras dari luar daerah juga masih mendominasi. ( koran kaltara )
Kamis, 02/08/2018

PROMOSI BERAS : Hingga kini promosi beras lokal Bulungan masih perlu dimaksimalkan, terlebih beras dari luar daerah juga masih mendominasi. ( koran kaltara )
TANJUNG SELOR – Promosi hasil produksi beras lokal Bulungan hingga kini masih diupayakan. Pasalnya, meski dari segi kuallitas diyakini mampu bersaing, namun dari segi harga petani masih sulit mengambil untung. Hal itu disebabkan karena ongkos angkut dari petani hingga ke pasar ataupun tangan konsumen sering kali membebani petani. Oleh karena itu, perlu strategi lain yang harus dilakukan.
Pemkab Bulungan melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menyarankan agar para petani melakukan penjualan beras secara kolektif, atau berkelompok dengan membentuk koperasi bersama agar ongkos angkut sedikit ringan.
“Kalau promosi itu masih tetap kita dorong, akan tetapi ongkos angkut beras bagi petani masih cukup mahal. Selain itu benihnya yang ada saat ini, yang diberikan oleh pusat tak sesuai standar yang kita inginkan. Tapi di luar itu, semua strategi agar bisa bersaing terutama harga. Harapan kita petani membuat koperasi agar bisa dilakukan penjualan secara bersama,” ujar Kepala DKP Bulungan, Muhammad Iqbal.
Menurutnya, dalam hal kualitas beras Bulungan sudah mampu bersaing. Namun ongkos angkutan yang masih mahal menjadi kendalanya. Dicontohkan, dari Tanjung Buka membawa ke Tanjung Selor perlu ongkos yang tidak sedikit, apalagi jalur yang dilalui lewat selalin melalui sungai juga disambung jalur darat.
“Jika pun ada pengepul atau pedagang yang langsung mendatangi petani langsung ditempat, harganya juga lebih murah. Kita juga tidak bisa menentukan harga sendiri diatas dari pasaran. Yang ada tidak laku berasnya petani itu. Petani memang kesannya kita pakasakan menyesuaikan harga pasaran kalau tidak, tidak laku meskipun untungnya tipis,” jelasnya.
Sejauh ini, menurut dia, hal itu juga menjadi perhatian Pemkab Bulungan. Berbagai upaya mulai dari menekan harga hingga pengemasan yang sebelumnya dinilai masih kurang menarik. Dan saat ini para petani juga harus menyesuaikan harga, sementara ongkos angkut cukup mahal.
“Oleh karena itu saya katakan cari jalan, bisa bentuk koperasi disana agar sekali angkut saja. Sehingga ongkos angkutnya tidak terlalu beban. Kalau masing-masing mengangkut keluar ke Tanjung Selor, pasti berat itu. Dan itu kita hitung-hitungkan ternyata lebih untung jika dikumpulkan secara kolektif,” sebutnya. (an)
Kamis, 02/08/2018
PROMOSI BERAS : Hingga kini promosi beras lokal Bulungan masih perlu dimaksimalkan, terlebih beras dari luar daerah juga masih mendominasi. ( koran kaltara )
TERPOPULER