Informasi dihimpun, 1.490 kasus atau 17,76 persen, itu tersebar di Kecamatan Tanjung Selor, Tanjung Palas Barat, Tanjung Palas Tengah, Tanjung Palas Timur dan Bunyu.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, upaya pencegahan masih terus mereka lakukan, sejalan dengan visi daerah.
Seluruh pihak diminta berperan melakukan pencegahan, seperti turut berperan mencegah malnutrisi. Kemudian stunting pada bayi dua tahun dan balita atau bayi lima tahun yang termasuk golongan rawan kekurangan gizi.
“Perlu ada sinergi bersama, sebab terjadinya stunting itu juga ada banyak faktor penyebabnya,” kata Syarwani dilansir dari Korankaltara.com Senin (21/3/2022) hari ini.
Pencegahan stuntin bagian dari upaya Pemkab Bulungan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
“Tujuan yang ingin dicapai yaitu menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik serta meningkatkan pertanian berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Bulungan Iwan Sugianta mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali menggelar rembuk stunting daerah.
Selain di tingkat kabupaten, rembuk stunting juga akan digelar di kecamatan. Sementara ini Bulungan menjadi penyumbang kasus stunting terbanyak di wilayah Kaltara.
“Secara bertahap, kami akan terus berupaya untuk menekan angka stunting di Bulungan. Kami masih mengacu data 2021, sebab untuk data tahun ini kita belum ada, karena belum masuk bulan timbang,” ujar Iwan.
Kasus stunting belum tentu karena kekurangan gizi karena banyak faktor yang menyebabkan kondisi gagal tumbuh. Perilaku masyarakat juga dapat menyebabkan stunting. Contoh, orang yang kurang perhatian, pola makan dan fisik anak bisa gagal tumbuh, walaupun orang yang bersangkutan tergolong mampu.
“Stunting juga bisa disebabkan akibat 1000 hari pertama kehidupan anak. Artinya, terjadi sejak dalam kandungan. Jika ibunya tidak mengonsumsi vitamin dan pola gizinya tidak terjamin, stunting bisa terjadi,” tutup Iwan.
Editor: Aspian Nur