Mereka yang diamankan merupakan penumpang yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi yang didapati tidak mengantongi identitas KTP Nunukan.
Selain unsur Kodim 0911/Nunukan, institusi lain yang tergabung dalam tim pengamanan pada operasi ini adalah UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, Satgas Pamtas Yon Arm 18/Komposit, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan.
Dalam kegiatan penertiban tersebut, Kasdim 0911/Nunukan Mayor Inf Aditya Susanto yang memimpin operasi menjelaskan bahwa yang dimaksudkan sebagai upaya pencegahan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan berlangsungnya praktik keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal ke Malaysia belakangan mulai kembali marak terjadi.
Operasi dimulai dengan pengawasan dan pemeriksaan secara ketat terhadap penumpang yang baru turun dari kapal. Terhadap mereka yang tidak mengantongi KTP Nunukan dipisahkan dari penumpang lainnya yang baru mendarat di Pelabuhan Tunon Taka.
“Ini sebagai langkah awal untuk mencegah agar tidak ada lagi WNI atau PMI yang memasuki negara Malaysia secara ilegal di Malaysia termasuk TPPO yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” Ujar Kasdim 0911/Nunukan.
Menggunakan 6 unit kendaraan NPS milik Satgas Pamtas Yon Arm 18/Komposit, selanjutnya para pendatang yang diamankan dibawa dan diinapkan di Rusunawa Jalan Ujang Dewa RT 07 Sedadap, Kelurahan Nunukan Selatan.
Belum diperoleh keterangan terkait tindak lanjut bagaimana penanganan yang akan dilakukan terhadap para penumpang KM Bukit Siguntang yang diamankan tersebut.
Namun Mayor Inf Aditya Susanto memastikan kegiatan serupa akan terus dan intensif dilaksanakan sebagai pengawasan guna mencegah terjadinya hal-hal yang bersentuhan dengan pelanggaran hukum. Diantaranya, perlintasan orang antara kedua negara secara ilegal atau jenis pelanggaran hukum lainnya.
“Seperti kita ketahui bersama, wilayah perbatasan antara dua negara sangat rawan dengan kasus-kasus ilegal. Kita tidak ingin itu terus berlangsung”.
Kegiatan seperti yang dilancarkan dapat menjadi salah satu bentuk pencegahan yang efektif agar semua WNI yang bermaksud ingin bekerja ke Malaysia dapat terlindungi pada sisi keamanan dan legalitasnya.
Selain Kasdim 0911/Nunukan, ikut diantaranya yakni Kepala UPT BP2MI Nunukan Kaltara, Kombes Pol FJ Ginting AMk. SH., Dansatgas Pamtas Yon Arm 18/Komposit, Letkol Arm. Yudhi Ari Irawan., S.T.Han., M.Han., Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Washington Saut Dompak Napitupulu, A.Md., Im, S.H., M.A., Juga Kapolsek KP3 Polres Nunukan AKP Alimin, Pasiter Satgas Pamtas RI-Malaysia Yon Armed 18/Komposit Lettu Arm Muh. Hafis Almaliki, S.T.han., Kasatpol PP Nunukan Drs. Abdul Kadir, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan pada Kantor Bea Cukai Nunukan Kodratullah, SAB,. MM, serta Kasi Intelijen Kejari Nunukan Bonar Satrio Wichaksono, SH.
Sebanyak 123 personel yang diturunkan mendukung kegiatan ini, masing-masing sebanyak 5 anggota Kodim 0911/Nnk, 18 Anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia Yon Armed 18/Komposit, 10 Anggota Polsek KP3 Nunukan, 20 staf kantor BP2MI Nunukan, 7 staf Kantor Bea dan Cukai Nunukan, 5 orang dari Pelindo Nunukan, 16 anggota Satpol PP Nunukan, 12 anggota KSOP Nunukan serta 30 orang dari Organisasi PMNTT dan HMI Nunukan.
Sumber: Pendim 0911/Nunukan