Dansatgas SGI Pamtas RI-Malaysia, Kapten Inf Haris Dengsi mengungkapkan, penemuan sabu tak bertuan ini bermula saat personel Pospol Aji Kuning mendapatkan informasi dari masyarakat.
Informasi itu menyebutkan ada seorang pria yang mencurigakan berjalan kaki menuju Jalan Mulawarman, Desa Aji Kuning.
Diduga, pria itu baru tiba dari Malaysia, turun di dermaga darurat (Tanah Merah di wilayah Sebatik-Malaysia).
“Kami bersama-sama melakukan penyelidikan dan patroli di wilayah yang menjadi jalur-jalur tikus. Kami berbagi tugas untuk sasaran penutupan jalan di pangkalan darurat (Tanah Merah),” kata Haris dilansir dari laman Korankaltara.com Rabu (9/2/2022) hari ini.
Di tengah penyisiran personel tersebut bertemu orang yang berperilaku mencurigakan dan akan memeriksa barang bawaannya.
“Namun belum sempat diperiksa, orang itu langsung membuang tas jinjing berwarna loreng abu-abu lalu melarikan diri ke dalam perkebunan sawit. Petugas langsung mengejar tapi sampai pukul 11.55 WITA pengejaran dihentikan karena orang yang membawa tas sudah tidak terlihat lagi,” papar Haris.
Ciri-ciri pelaku, kata dia, berambut pendek sedikit botak di depan, tinggi kurang lebih 160-170 cm. “Menggunakan celana pendek kain warna hitam, baju kaos lengan pendek warna abu-abu. Warna kulitnya, putih,” jelasnya.
Tim selanjutnya mencari tas yang dibuang. “Tas kami temukan dan dibawa ke Pospol Aji Kuning untuk dilaksanakan pemeriksaan. Ternyata ada tiga bungkus sabu-sabu ukuran besar di dalamnya. Per bungkus beratnya satu kilogram,” sebut Haris lagi.
Selain sabu, tim juga mengamankan dua unit handphone, charger, kardus, tas loreng, tas hitam, sendal, kardus, paying dan jaket.
Saat ini, pihaknya mengaku tetap melakukan pencarian dengan terus berkoordinasi dengan aparat terkait.
“Kami akan terus monitoring wilayah perbatasan terkait barang- barang terlarang yang sering masuk melintas wilayah Malaysia – Indonesia,” tegas Haris.
Editor: Aspian Nur