Jumlah penduduk miskin di Bulungan Maret 2021 yang dirilis akhir Desember 2021 sebanyak 13.480 orang, bertambah 400 orang dibandingkan tahun sebelumnya di angka 13.080 orang.
“Secara persentase, tingkat kemiskinan terakhir di atas 10 persen, naik hampir 1 persen dibandingkan Maret 2020 sebesar 9,06 persen,” kata Maibu.
Tingkat kemiskinan dihitung berdasarkan Garis Kemiskinan yakni suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan non-makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin.
“Jadi penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan itu,” ulasnya.
Garis Kemiskinan pada Maret 2021 sebesar Rp486.524 per kapita per bulan. Dibandingkan Maret 2020, Garis Kemiskinan naik sebesar 2,95 persen.
Lebih detail, Maibu mengatakan jika persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Ada dimensi lain yang perlu diperhatikan berupa tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.
“Indeks kedalaman kemiskinan adalah ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Sedangkan indeks keparahan kemiskinan memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin,” paparnya.
Pada periode Maret 2020–Maret 2021, Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan mengalami kenaikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan pada Maret 2021 sebesar 1,56 , naik dibandingkan Maret 2020 yang sebesar 1,32.
“Demikian juga dengan Indeks Keparahan Kemiskinan yang mengalami kenaikan pada periode Maret 2020–Maret 2021. Indeks Keparahan Kemiskinan pada Maret 2021 sebesar 0,37 , naik dibandingkan Maret 2020 yang sebesar 0,28,” pungkas Maibu
Editor: Aspian Nur