Menurut Jokowi, jika kawasan industri seluas 16.000 hektare itu berhasil, Indonesia akan menjadi negara besar yang patut diperhitungkan oleh dunia. Karenanya Jokowi menargetkan supaya pembangunan green energy tersebut untuk tahap pertama bisa selesai pada 4-5 tahun ke depan.
Menyikapi hal itu Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengatakan, perhatian presiden terhadap megaproyek tersebut sangat besar. Apalagi semua pihak, termasuk dirinya sebagai kepala daerah, diminta untuk terus mengawal secara detail perkembangan pembangunannya.
Investor yang diberi rekomendasi mengelola kawasan industri akan dilakukan evaluasi secara berkala.
“Pemprov selalu mengevaluasi dari tiga perusahaan yang kita rekomendasi untuk melakukan kegiatan di kawasan industri ini,” kata Zainal dikutip dari Korankaltara.com Jumat (21/1/2022) hari ini.
Tiga pemodal yang ditetapkan sebagai pengelola dan telah dilakukan groundbreaking oleh Presiden pada Desember 2021 lalu adalah PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI), PT Kayan Patria Propertindo (KPP) dan PT Indonesia Strategis Industri (ISI).
Jika ada investor yang tidak punya progres alias perkembangan dalam mengelola kawasan industry dapat diusulkan agar izinnya dicabut.
“Dari tiga (investor), kami akan evaluasi tiap tiga bulan sampai satu tahun. Dalam jangka satu tahun tidak ada progress diusulkan untuk dicabut. Cari lagi perusahaan yang betul-betul punya dana dan mau untuk membangun Kaltara,” tegas mantan Wakapolda Kaltara tersebut.
Sebagai informasi, kawasan industri yang berpusat di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan tersebut, diproyeksikan sebagai bentuk transformasi ekonomi Indonesia yakni pengembangan ekonomi hijau yang ramah lingkungan dan mengedepankan prinsip berkelanjutan yang mana kedepan, industri hijau mampu menghasilkan produk-produk ramah lingkungan yang akan menjadi budaya baru di dunia.
Editor: Aspian Nur