Kasubid Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Hasanuddin mengatakan, sore kemarin ketinggian air di papan ukur sungai turun 5 cm.
“Mudah-mudahan air terus turun sehingga upaya penanganan lebih maksimal,” harap Hasanuddin dilansir dari laman Korankaltara.com Selasa (11/1/2022) hari ini.
BPBD Nunukan bersama seluruh relawan masih melakukan distribusi bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
“Untuk kendala dalam pendistribusian logistic memang ada karena ada beberapa akses darat yang belum bisa dilewati mobil karena masih terendam,” sebutnya.
Namun begitu, upaya penyaluran bantuan tetap dilakukan melalui jalur sungai menggunakan perahu. Hanya saja pihaknya terhambat ketersediaan armada dan BBM yang sulit. “Mudah-mudah ke depan ada solusi bersama, agar penyaluran tetap berjalan,” kata Hasanuddin lagi.
Luapan air sungai dari hulu ke hilir yang terjadi sejak tanggal 4 Januari 2022 yang berdampak pada enam kecamatan antara lain Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai dan Sembakung.
Dari enam kecamatan ini, ada 79 desa, 3.179 unit rumah warga, 3.753 KK dan 10.887 jiwa, termasuk sejumlah fasilitas umum yang terdampak banjir.
“Sampai saat ini kami masih menyalurkan sembako kepada warga yang terdampak, seperti mi instan satu kotak, telur sepiring, beras 10 kg dan kebutuhan pokok lainnya,” bebernya.
Untuk kerugian dan kerusakan akibat banjir yang terjadi di wilayah Lumbis dan Sembakung masih dilakukan pendataan.
“Tim kami masih di lapangan mencatat semua kerusakan dan kerugian,” ucap Hasanuddin.
Hitungan kerugian maupun kerusakan ada beberapa variabel, seperti rumah warga, lingkungan, infrastruktur, pertanian, peternakan dan sebagainya.
Berdasar pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lantaran banjir ini merupakan banjir tahunan dan diperkirakan nilai kerugian dan kerusakan mencapai puluhan miliar rupiah.
“Apalagi di wilayah Sembakung, kami dapat informasi sudah mau masuk masa panen padi. Katakanlah, satu hektare lahannya dia dapat hasil Rp10 juta, nah kalau yang rusak seratus hektare, berapalah kerugian,” tutup Hasanuddin.
Editor: Aspian Nur