Ada dua korban yang sudah melapor ke polisi namun diduga ada korban lain yang jumlahnya sekitar 10 orang dicabuli EE.
Namun ada hal lain dibalik perilaku menyimpang EE dimana pemuda tersebut diduga mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).
Karena itulah saat ini tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan melakukan pemeriksaan terhadap EE terkait kebenaran dugaan itu.
Dikutip dari laman Korankaltara.com Kamis (30/12/2021) hari ini, Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Aldi menuturkan, EE selain diperiksa Dinkes juga oleh psikolog. “Hasil pemeriksaan dugaan HIV AIDS tim dari Dinkes Tarakan non reaktif untuk pelaku dan korban. Tapi dua bulan ke depan akan dilakukan tes lagi,” kata Aldi.
Setelah dipastikan non reaktif, Aldi mengatakan nantinya akan dilakukan tes dua bulan lagi terhadap korban dan EE. Kalau hasilnya ada yang reaktif, maka akan dipisahkan dengan tahanan lainnya.
“Perlakuannya sama kalau sekarang. Tapi nanti kalau reaktif baru dipisah tahanannya. Kami berharap hasil tes dua bulan lagi tetap non reaktif. Kasihan kalau hasilnya reaktif, kan belum lagi psikologisnya anak,” paparnya.
Sementara itu, terhadap perkara yang saat ini ditangani masih belum ada penambahan jumlah korban pencabulan dan hanya dua orang saja yang baru membuat laporan kepolisian.
Sedangkan untuk 10 korban yang belum melapor, pihaknya masih melakukan pendekatan dan dilakukan pemahaman kepada orangtua korban.
“Sepuluh korban yang belum melapor sudah kami ketahui. Cuma memang ada yang masih kami cari keberadaannya. Secara keseluruhan semua korban belum kami periksa. Untuk pemeriksaan psikologi akan kami jadwalkan pekan depan,” tutup Aldi.
Editor: Aspian Nur