Tak tanggung-tanggung, dua maskapai sekaligus: Air Asia dan Citilink akan melayani penerbangan di Tarakan mulai Februari 2022 mendatang. Diketahui, dua maskapai ini masih fokus kepada pelayanan kargo.
“Kalau untuk jadwal terbang, tergantung dari maskapai. Bisa jadi seperti garuda beberapa waktu lalu yang setiap minggu 3 flight. Tetapi kalau jumlah penumpang sudah banyak, akan terbang setiap hari. Jadi, tergantung demand (permintaan),” ungkap Kepala Bandara Juwata Tarakan, Agus Priyanto, dilansir dari laman Korankaltara.com.
Citylink akan menggunakan airbus, sedangkan Air Asia menggunakan airbus dan boeing. Keseriusan kedua maskapai ini berlandaskan survei yang sebelumnya telah dilakukan, dan Tarakan memiliki pasar yang cukup potensial.
“Dan kami juga bersurat kepada mereka. Ini berkaitan dengan inflasi yang terjadi, disumbang dari harga tiket transportasi udara. Sehingga kami buka jalan dan melakukan koordinasi dengan air line supaya mau ‘main’ di sini. Supaya terjadi persaingan sehat. Sehingga potensi peningkatan laju inflasi bisa dikendalikan,” kata Agus lagi.
Agus meyakini, jika operator banyak, akan membuat harga semakin bersaing. Karena saat ini hanya Lion Group yang ada di Tarakan.
Meskipun demikian, maskapai berlogo kepala singa ini tetap mengikuti aturan dengan menjual tiket tidak melebihi batas atas, dan tidak menjual tiket di bawah batas.
“Tetapi kembali lagi, mereka ini bisnis dan mencari keuntungan sebesar-besarnya. Untuk rute, kedua maskapai yang akan bermain di Tarakan mulai Februari nanti, kami belum tahu. Tetapi mereka biasanya akan fokus Tarakan – Balikpapan dulu lah. Karena dari Balikpapan mereka punya jalur ke mana-mana,” paparnya.
Diharapkan penerbangan yang langsung ke Jakarta akan kembali ada karena saat ini belum ada pesawat yang langsung ke kota-kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Makassar dan kota lainnya. Selama ini pesawat dari Bandara Juwata masih harus transit terlebih dulu di Bandara SAMS Balikpapan.
“Yang paling penting adalah, kami tidak akan memberikan ekstra flight kepada mereka. Semua operator. Karena mereka masih banyak rute yang belum dipakai. Biasanya hari besar keagamaan dan hari libur panjang, maskapai mengajukan ekstra flight. Tetapi untuk tahun ini kita tidak memberikan ekstra flight supaya tidak terjadi perpindahan penduduk yang banyak,” tegas Agus.
Selama Natal dan Tahun Baru, personel Bandara Juwata Tarakan akan dimaksimalkan dalam melayani masyarakat. Sehingga pelaku perjalanan mendapatkan kenyamanan dan keamanan yang maksimal.
Editor: Aspian Nur